SHOPPING CART

close
Pengantar Studi Hadits

Tingkatan Hadits Shahih

Hadits shahih itu ada tingkatan-tingkatannya.

Sama halnya dengan manusia yang sama-sama sehat ada tingkatannya. Ada nilainya.

Sama juga dengan pelajar yang lulus sekolah atau mahasiswa yang lulus kuliah. Sama-sama lulus, namun berbeda-beda nilainya.

Ada yang lulus dengan memuaskan, baik dan cukup. Demikian pula halnya dengan hadits shahih.

Berikut ini tingkatan hadits shahih:

1. Riwayat sanad terbaik

Inilah tingkatan tertinggi dari hadits shahih.

Yaitu hadits shahih yg diriwayatkan melalui jalur sanad terbaik.

Beberapa jalur sanad terbaik itu adalah:

a. Ibnu Syihab az-Zuhri, Salim bin Abdullah bin Umar, Abdullah bin Umar

b. Muhammad bin Sirin, Ubaidah bin Amr, Ali bin Abi Thalib

c. Ibrahim an-Nakha’i, Alqamah bin Qais, Abdullah bin Mas’ud

d. Malik, Nafi’, Abdullah bin Umar

Sebuah hadits shahih yang diriwayatkan melalui jalur ini merupakan hadits shahih yang paling kuat dibandingkan hadits shahih yang diriwayatkan dengan jalur yang lain.

2. Riwayat Bukhari dan Muslim

Istilahnya adalah Muttafaq ‘alaih.

Yaitu hadits yang matan atau isinya terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari sekaligus Kitab Shahih Muslim.

Setiap hadits yang berhasil masuk dalam Kitab Bukhari saja sudah merupakan hadits shahih.

Demikian pula halnya hadits yang lolos screening sehingga berhasil masuk dalam himpunan Shahih Muslim.

Apalagi hadits yang terdapat dalam kedua kitab itu, tentu lebih istimewa lagi.

3. Riwayat Bukhari

Yaitu hadits yang terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari.

Imam Bukhari terkenal sebagai ahli hadits yang paling ketat dalam menentukan syarat-syarat hadits shahih.

Yang disebut sebagai bersambungnya sanad oleh Imam Bukhari apabila antara satu perawi dengan perawi yang lain benar-benar bertemu.

Sementara pala ulama yang lain hanya mensyaratkan adanya kemungkinan antara satu perawi dengan perawi yang lain untuk bertemu.

4. Riwayat Muslim

Yaitu hadits yang terdapat dalam Kitab Shahih Muslim.

Imam Muslim juga terkenal sangat ketat dalam menentukan keshahihan sebuah hadits. Namun tingkatannya di bawah Imam Bukhari.

5. Dengan syarat Bukhari Muslim

Yaitu hadits yang tidak terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim, namun memenuhi syarat-syarat hadits shahih yang ditentukan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

6. Dengan syarat Bukhari

Yaitu hadits yang tidak terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari, namun memenuhi syarat-syarat hadits shahih yang ditentukan oleh Imam Bukhari.

7. Dengan syarat Muslim

Yaitu hadits yang tidak terdapat dalam Kitab Shahih Muslim, namun memenuhi syarat-syarat hadits shahih yang ditentukan Imam Muslim.

8. Dishahihkan oleh Pakar Hadits

Yaitu hadits yang dinyatakan shahih oleh seorang pakar hadits, seperti: Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Ibnu Hibbab, Syeikh al-Albani, Syeikh Syu’aib Arnauth dan Syeikh Ahmad Syakir.

Demikian sedikit penjelasan mengenai tingkatan hadits shahih. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

Sumber bacaan:

Kitab Mabahits fi Ulumil Hadits, Syeikh Manna’ al-Qatthan, rahimahullah.

***

Tags:

0 thoughts on “Tingkatan Hadits Shahih

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...