SHOPPING CART

close
Kemuhammadiyahan

Ta’arudh Adillah: Manhaj Tarjih 7

Teks Asli:

7. Terhadap dalil-dalil yang nampak mengandung ta’arudh dipergunakan cara: al-jam’u wa’l-tawfiq. Dan kalau tidak dapat, baru dilakukan tarjih.

Poin utama:

– Dalam menghadapi dalil-dalil yang nampak saling bertentangan (ta’arudh), Majelis Tarjih menggunakan metode Jam’u wa Taufiq.

– Bila tidak dapat menggunakan metode tersebut, Majelis Tarjih menggunakan metode Tarjih.

Catatan:

– Sebelum menggunakan metode tarjih, semestinya ada metode nasikh-mansukh.

– Setelah terbukti metode tarjih juga tidak menyelesaikan masalah, semestinya juga ada metode tawaqquf.

– Tawaqquf di sini bukan berarti menyerah dan berhenti berpikir, sebagaimana dipahami orang awam.

– Tawaqquf artinya mengembalikan permasalahan kepada hukum asal (al-ashlu fil-asyya-il-ibahah).

Usulan perubahan:

“Dalam menghadapi dalil-dalil yang nampak saling bertentangan (ta’arudh adillah), Majelis Tarjih menggunakan metode Jam’u wa Taufiq. Bila tidak dapat, akan digunakan metode Nasikh-Mansukh. Bila tidak dapat, akan digunakan metode Tarjih. Bila tidak dapat juga, akan digunakan metode Tawaqquf.”

Atau:

“Dalam menghadapi dalil-dalil yang nampak saling bertentangan (ta’arudh adillah), Majelis Tarjih menggunakan beberapa metode ini secara berurutan, yaitu: metode Jam’u wa Taufiq, metode Nasikh-Mansukh, metode Tarjih, dan metode Tawaqquf.”

Atau:

“Dalam menghadapi dalil-dalil yang nampak saling bertentangan (ta’arudh adillah), Majelis Tarjih menggunakan salah satu dari beberapa metode ini secara berurutan, yaitu: metode Jam’u wa Taufiq, metode Nasikh-Mansukh, metode Tarjih, dan metode Tawaqquf.”

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Ta’arudh Adillah: Manhaj Tarjih 7

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...