SHOPPING CART

close
Born To Be A Blogger

Beberapa Dosa Ngeblog Yang Pernah Saya Lakukan

“Belajarlah dari kesalahan. Terutama kesalahan diri sendiri. Jangan terbiasa menyalahkan orang lain maupun keadaan di luar diri kita. Bila Anda ingin berhasil, timpakan seluruh kesalahan pada diri sendiri. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dan bersedia belajar dari kesalahan sendiri. Itu ciri utama orang yang akan berhasil.” (Jack Ma)

***

Pertama kali saya bikin blog itu sudah lama banget. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Mulai jaman warnet masih sangat jarang, menjamur dan akhirnya sepi lagi. Entah sudah berapa banyak waktu dan biaya saya keluarkan untuk keperluan blog itu. Tapi hasilnya hampir tidak ada.

Berikut ini beberapa kesalahan pribadi yang bisa saya sampaikan. Dengan harapan orang lain bisa menghindarinya, dan saya pun tidak mengulang kesalahan yang sama.

Pertama: Terlalu fokus pada alamat blog

Sebagai blog pribadi, kita maunya dapat nama yang pas dengan yang kita inginkan. Saya pun demikian. Sepuluh tahun yang lalu saya pingin punya blog dengan alamat: ahdabina.wordpress.com. Karena tidak kesampaian, saya pun pilih tidak punya blog.

Padahal nama itu tidak terlalu penting, selain kepuasan pribadi saja. Orang lain tidak akan pernah memperhatikan alamat blog yang kita bikin. Mereka hanya memperhatikan apa yang bermanfaat buat diri mereka sendiri, yaitu konten atau isi blog.

Kedua: Sibuk bikin tampilan yang bagus dan pas

Setelah sekian lama, akhirnya saya pun berhasil punya blog di blogspot.com. Dapat alamat sesuai harapan: ahdabina.blogspot.com.

Awalnya saya senang sekali, dapat blog yang sesuai dengan nama saya sendiri. Tapi kemudian muncul masalah baru: tampilan blogspot tidak sesuai dengan yang saya rencanakan. Karena saya pinginnya blog itu punya tampilan yang mendekati website-website profesional dan sudah terkenal. Pokoknya harus keren.

Hari-hari saya pun habis buat ngutak-ngatik tampilan blog. Tiap ada kesempatan akses internet, mesti langsung ke dasbor dan umek sendiri. Hasilnya malah tidak karuan. Tampilan bukan tambah bagus, tapi malah kacau. Ketika tidak berhasil memperbaiki, kepala juga jadi pusing.  Jengkel, kemudian jadi benci dengan blog sendiri. Parah…

Ketiga: Tidak bisa meluangkan waktu 

Orang bilang, mengurus blog itu ternyata mirip dengan beternak atau berkebun. Kita harus bisa meluangkan waktu sehari-hari buat ngurus blog. Insya Allah blog akan jadi hidup dan nampak segar.

Namun bila kita tidak bisa merawat dengan baik, maka blog pasti jadi merana, layu, tidak menarik sama sekali. Jangankan orang lain, kita sebagai pemiliknya pun jadi makin malas buat mengurusnya dengan benar. Seperti tanah kosong dengan berbagai tumbuhan liar, sepi dan angker.

Nah, inilah yang terjadi dengan blog saya sebelumnya. Semoga tidak terulang lagi.

Keempat: Asal taruh konten 

Saya pinginnya blog itu penuh dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang telah saya miliki. Saking semangatnya mengisi blog, kadang-kadang saya menaruh materi kuliah yang sangat berat. Seperti filsafat ilmu,  qawa’id fiqhiyah, tafsir hermeneutika. Yang namanya saja bikin banyak orang jadi stres, termasuk para mahasiswa jurusan syariah maupun tarbiyah.

Sebenarnya taruh konten yang berat itu tidak masalah, asal kita bisa mengatur dan menyelaraskannya dengan konten-konten yang sudah ada. Tapi kalau tidak bisa, konten yang berat itu malah jadi bencana. Seperti kita menata perabotan rumah. Semuanya harus serasi antara satu benda dengan benda yang lain. Yah, kira-kira seperti itulah.

Kelima: Hanya buat unjuk kepintaran 

Adakalanya saya tergoda buat unjuk kemahiran dalam suatu bidang ilmu. Padahal itu termasuk perbuatan riya’, dosa besar, dan pasti sangat menyebalkan bagi orang lain.

Niat itu memang tidak kelihatan. Namun kadang bisa dirasakan oleh orang kebanyakan. Akhirnya bukan nilai tambah yang saya dapat, melainkan kerugian demi kerugian.

Blog bukan tempat menunjukkan kelebihan yang kita miliki. Tapi merupakan sarana dan kesempatan yang sangat baik untuk berbagi kelebihan tersebut dengan tetap menjaga kerendahan hati. (Wah, kok jadi ceramah. Mohon maaf ya…)

Itulah beberapa kesalahan di antara banyak kesalahan yang telah saya lakukan selama ini. Semoga dengan pengakuan ini, saya pun bisa lebih sadar dan kembali ke jalan yang benar. Taubat nashuha dari dosa-dosa ngeblog selama ini.

Amin amin amin.

 

Tags:

0 thoughts on “Beberapa Dosa Ngeblog Yang Pernah Saya Lakukan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Klik di sini
Perlu penjelasan tambahan?