SHOPPING CART

close

7 Tips Membangun Blog Yang Sehat: Kultum Blogger

Sekarang memang sepertinya hampir tidak ada lagi harapan. Bahwa blog merupakan media pembelajaran yang sekaligus berfungsi sebagai lahan pekerjaan yang menghasilkan uang. Dulu iya. Namun sekarang tidak lagi. Sangat susah. Karena media-media besar juga sudah masuk ke sektor ini.

Hal ini tentu saja membuat banyak blogger kemudian menyerah. Terutama bagi mereka yang niat utamanya adalah mencari uang. Namun bagi orang yang senang menulis. Senang, ya. Sekedar hobi. Bukan pekerjaan serius. Menulis adalah kebutuhan. Kesenangan yang sangat menghibur. Maka dapat uang atau tidak, tetap pingin bikin postingan.

Di antara tema yang sangat saya senangi itu adalah tips gimana membuat konten yang bagus. Bikin stamina ngeblog yang istiqamah. Tips postingan yang SEO. Dan seterusnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan sharing mengenai tips membuat blog yang sehat. Blog yang membuat kita tertarik untuk membuat konten yang bermanfaat. Bukan blog yang asal-asalan.

Tentu saja bukan maksud saya hendak mengatakan bahwa blog saya ini sudah bagus dan benar-benar sehat. Setidaknya apa yang saya tulis ini merupakan komitmen saya dalam usaha membangun media sederhana ini.

Baca juga:  Supaya Artikel Nangkring di Halaman Pertama Google

***

1. Tata Niat Dulu

Niat memang tidak kelihatan, tapi bisa kita rasakan akibatnya. Niat ini sangat penting, karena akan menentukan umur blog kita selanjutnya.
Ada tiga niat utama orang bikin blog, yaitu: pahala, uang, terkenal. Tidak bisa dipungkiri, kita semua pingin dapat ketiganya. Namun marilah kita buat prioritas.

Niat itu sebenarnya paling mudah, karena gratis. Tidak perlu pesan domain, juga tidak perlu hosting. Maka langsung saja, kita tentukan, niat ikhlas lillahi ta’ala itu harga mati! Bismillah bikin blog yang bagus, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Uang itu memang harus kita usahakan dengan maksimal. Namun sebisa mungkin, niat cari uang itu sekaligus diniatkan ibadah, bukan semata-mata dapat uang. Karena tidak sedikit blogger dapat uang dengan cara tidak halal, na’uzu billah min dzalik.

Dengan demikian, kita dapat pahala dobel, pahala nulis untuk berbagi kebaikan, dan pahala kerja cari duit. Amin amin amin…

Nah, kalau sudah dapat uang, maka ketenaran tidak perlu diniatkan, karena sudah pasti dapat. Uang itu simbol ketenaran. Siapa dapat uang banyak, otomatis jadi terkenal dengan sendirinya.

***

2. Tentukan “Tema Besar” Blog Seperti Menulis Buku

Pilih antara blog pribadi yang menampilkan kegiatan harian, atau blog profesional yang ingin kita tularkan kepada orang lain.

Blog pribadi hanya menampilkan kegiatan harian kita, seperti: bangun tidur, pergi ke sekolah atau kampus, kerja di kantor yang jadi pegawai, kegiatan jalan-jalan, dan lain-lain.

Sedangkan blog profesional itu, kita harus memilih satu di antara banyak keahlian kita, tidak bisa dicampuradukkan.

Misalnya saya seorang dosen di fakultas agama Islam. Keahlian saya adalah hukum Islam (Syariah). Di kampus saya mengajar lebih dari satu mata kuliah. Maka saya pilih satu mata kuliah saja, misalnya Studi al-Quran. Dalam blog itu saya ulas secara rinci sekaligus tertata rapi.

Saya perhatikan banyak blog berisi tema yang terlalu besar, misalnya “Blog Keislaman”. Padahal Islam itu terlalu luas, sedangkan pengurus blog hanya satu orang. Pasti dia akan kewalahan, yang akhirnya menyerah sampai beberapa artikel saja.

Ada juga blog pribadi, tapi juga ingin menampilkan keahliannya. Nah, ini malah makin ribet, mudah kehilangan fokus. Akhirnya blog tidak punya orientasi yang jelas.

Blog yang bagus itu seperti sebuah buku. Punya tema yang jelas, fokus, dan bagus isinya. Bedanya blog bisa terus-menerus ditambah. Malah harus selalu bertambah.Sedangkan buku kalau sudah naik cetak, ya sudah tidak bisa lagi kita edit. Inilah salah satu kelebihan blog dibandingkan buku.

***

Ketiga: Pilih Satu Keahlian Yang Ingin Anda “Pamerkan”

Sebenarnya tips ini merupakan bagian tips sebelumnya, hanya saja saya perlu menegaskan, sekaligus lebih detail menjelaskan.

Maksud saya begini. Satu orang saja, biasanya memiliki banyak keahlian, mulai dari memasak, memperbaiki mobil, mendidik anak, teknik mengajar, komunikasi suami-isteri, dan lain-lain.

Kita tidak bisa menuliskan seluruh keahlian kita itu dalam sebuah blog. Bila kita punya keinginan yang kuat untuk menuangkan seluruh keahlian yang kita miliki, sebaiknya kita bikin beberapa blog sekaligus. Satu blog memasak, satu blog tentang pola komunikasi suami-istri. Satu lagi blog tentang teknik mengajar yang benar. Demikian dan seterusnya.

Namun kita harus hati-hati. Banyak blog berarti harus bisa meluangkan lebih banyak waktu, tenaga dan perhatian. Seperti halnya kita punya anak lebih dari satu orang.

Baca juga:   Tips Ngeblog Supaya Tetap Semangat Bikin Konten Bagus

***

Keempat: Bikin Postingan Yang Bermanfaat

Blog itu bisa kita ibaratkan sebidang tanah kosong. Lalu kita bikin desain bangunan toko atau rumah pribadi dengan menggunakan template, tata letak, dan setelan. Setelah itu, kita isi toko atau rumah pribadi tersebut dengan berbagai isinya, sebagaimana halnya konten atau postingan buat blog kita.

Bikin bangunan rumah atau toko yang bagus itu tidak mudah. Hampir selalu kita perlu menyewa tenaga profesional untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Namun untuk blog, kita bisa belajar sendiri dengan relatif lebih mudah.

Setelah bangunan rumah pribadi atau toko itu jadi, maka ada pekerjaan yang tidak kalah penting. Kita perlu memikirkan dengan sungguh-sungguh, kira-kira barang apa yang bisa menarik pengunjung, yang tentunya bisa memberikan manfaat kepada mereka.

Postingan yang kurang bermanfaat, apalagi yang memang tidak bermanfaat sama sekali sebaiknya kita hindari. Kita hanya akan buang-buang tenaga, waktu dan pikiran. Juga akan menurunkan kualitas blog kita sendiri. Maka kita perlu menyeleksi postingan, kita tampilkan postingan yang benar-benar bermanfaat untuk orang lain.

***

Kelima: Bikin Postingan Sendiri

Sebagaimana dipesankan para master blog:

“Ngeblog itu adalah seni bagaimana kita mengisi blog dengan postingan yang bermanfaat bagi orang lain, sekaligus memacu diri kita untuk lebih baik dan produktif, minimal dalam bidang keahlian menulis. Bukan tekan tombol C lalu tekan tombol V.”

Sekilas itu pesan yang sangat sederhana. Namun ternyata sangat susah dihindari oleh banyak orang. Atau hampir dilakukan semua orang di awal kehidupannya sebagai blogger pemula.

Sekali copy-paste artikel orang lain, biasanya susah dihentikan. Kok enak ya, cuma setengah jam sudah bisa bikin postingan yang bagus. Padahal kemarin-kemarin seharian penuh baru dapat satu artikel. Maka jadilah kebiasaan buruk.

Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan yang sangat buruk itu. Taubat nashuha.

***

Keenam: Selalu Posting Meskipun Seminggu Sekali

Kegiatan yang bagus itu akan memberikan dampak yang maksimal bila kita lakukan secara istiqamah. Demikian pula kegiatan tulis-menulis yang kita lakukan melalui fasilitas yang disediakan oleh Google ini.

Blog yang sehat itu adalah blog yang selalu bertambah kontennya secara istiqamah, meskipun hanya seminggu sekali. Malah itu sudah sangat bagus, kalau benar-benar kita lakukan.

Satu postingan tiap minggu, berarti akan ada empat postingan tiap bulan. Setahun dapat 50-an artikel. Kalau bisa rutin seperti itu, dalam waktu sepuluh tahun, bisa jadi kita akan memperoleh nobel dari Google. Yah siapa tahu…

***

Ketujuh: Semua Perbuatan Pasti Ada Balasannya

Becik ketitik olo ketoro. Itu peribahasa bahasa Jawa. Kebenaran akhirnya pasti terlihat juga, demikian pula keburukan. Yang baik maupun yang buruk, akhirnya pasti akan nampak terang-benderang.

Orang berbuat baik pasti ada hasilnya. Entah itu di dunia maupun di akhirat. Demikian pula ketika orang berbuat buruk, juga pasti ada balasannya.

Dengan keyakinan seperti itu, kita pun jadi lebih tenang dalam berkarya di dunia maya ini. Lebih enteng di hati dan pikiran. Biar saja tulisan kita dicontek orang lain, itu urusan dia sendiri. Satu saat dia pasti akan merasakan akibatnya. Setidaknya kita bisa menuntutnya kelak di hari kiamat, sebagai tabungan yang tak terduga.

Yang penting kita sendiri jangan sampai melakukan perbuatan buruk itu, apalagi menjadi kebiasaan.

***

Penutup

Itulah 7 Tips Membangun Blog Yang Sehat versi saya sendiri. Semoga saya sendiri bisa melaksanakannya. Juga kita semua.

Semoga.

Tags:

0 thoughts on “7 Tips Membangun Blog Yang Sehat: Kultum Blogger

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.