SHOPPING CART

close

Kaidah Fiqih 10: Bila Yang Halal Bercampur dengan Yang Haram

إِذَا اِجْتَمَعَ الْحَلَالُ وَالْحَرَامُ غُلِبَ الْحَرَامُ

I-dzaa ij-ta-ma-‘al-ha-laa-lu wal-ha-raa-mu ghu-libal-ha-raam.

Bila yang halal dan yang haram bercampur, maka yang dimenangkan adalah yang haram.

 

Contoh:

1. Bila air tawar bercampur dengan khamer, maka minuman itu menjadi haram.

2. Bila istri Anda sedang tidur di kamar yang gelap bersama dengan adiknya, maka Anda haram menggaulinya.

3. Bila daging sapi bercampur dengan daging babi sehingga tidak dapat dibedakan, maka daging itu menjadi haram semua.

***

Catatan:

1. Kaidah ini punya kaitan dengan kaidah yang lain, yaitu:

دَرْأُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَي جَلْبِ الْمَصَالِحِ

Dar-ul-ma-faa-si-di mu-qad-da-mun ‘a-laa jal-bil-ma-shaa-lih.

Menghindari mafsadah itu lebih diutamakan daripada mendapatkan maslahah.

2. Kaidah ini hanya digunakan untuk keadaan:

  • Tidak bisa dipisahkan antara yang halal dan yang haram.
  • Yang halal dan yang yang haram itu dalam kadar yang seimbang.
  • Yang halal di sini hanya berkaitan dengan yang mubah, bukan yang wajib.
  • Yang haram dalam kadar yang dominan; semakin banyak yang haram berarti hukumnya semakin haram.
  • Percampuran itu terjadi secara utuh, sehingga tidak bisa dikenali mana yang halal dan mana yang haram.

____________

Bacaan: 

Artikel Qa’idahI-dzaa ij-ta-ma-‘al-ha-laa-lu wal-ha-raa-mu ghu-libal-ha-raam. dorar.net

Tags:

One thought on “Kaidah Fiqih 10: Bila Yang Halal Bercampur dengan Yang Haram

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.