SHOPPING CART

close

Hadits Mutawatir: Pengertian, Contoh dan Macam-macamnya

الْحَدِيْثُ الْمُتَوَاتِرُ

Hadits Mutawatir

 

Pendahuluan

Dilihat dari kuantitasnya, hadits itu dibagi dua, yaitu:

  • Hadits Mutawatir
  • Hadits Ahad

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang hadits mutawatir.

Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan…

***

Pengertian Hadits Mutawatir

Secara bahasa, mutawatir artinya: berturut-turut, beruntun.

Secara istilah, hadits mutawatir adalah:

الحديث الذي رواه عددٌ كثير في كُلّ طبقةٍ من طبقاته يستحيل اتّفاقُهم وتواطؤهم على الكذب

بحيث يكون رواته كذلك من أوّل الإسناد إلى آخره دون انقطاع

والمُستندُ إليهم الحسّ

“Hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada tiap tingkatan sanadnya. Yang karena karena banyaknya itu, dimustahilkan para perawi itu bersepakat atau bersekongkol untuk berdusta.

“Dan banyaknya perawi itu ada pada awal tingkatan sanad hingga akhir, tanpa putus.

“Dan sandaran periwayatan itu adalah indera.”

Penjelasan: 

Berdasarkan definisi di atas, maka hadits mutawatir itu harus memenuhi beberapa unsur sebagai berikut:

1. Diriwayatkan oleh banyak perawi. 

Banyak di sini sampai pada batas, para perawi itu mustahil untuk berbuat dusta.

Berapakah jumlah perawi, sehingga dimustahilkan untuk melakukan kesepatakatan dusta?

Para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat, minimal 10 orang. Ada yang berpendapat 40 orang. Dan ada yang berpendapat 100 orang.

2. Banyaknya perawi itu ada pada semua tingkatan perawi. 

Jumlah perawi yang sangat banyak itu harus ada pada setiap tingkatan perawi.

Bila ada satu saja dari tingkatan perawi itu yang tidak memenuhi syarat ini, maka hadits itu menjadi hadits ahad. Bukan lagi mutawatir.

3. Sandaran periwayatannya adalah indera. 

Artinya, alat periwayatan hadits oleh perawi adalah indera, bukan penalaran.

Misalnya perawi menyampaikan:

  • Sami’na, artinya: kami mendengar.
  • Ra-aina, artinya: kami melihat.
  • Lamasna, artinya: kami menyentuh.

***

Contoh Hadits Mutawatir

Berikut ini contoh hadits mutawatir:

قال النبيّ محمد عليه الصلاةُ والسلام: مَن كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap untuk masuk neraka.” (HR. Bukhari)

Hadits itu diriwayatkan oleh 70 orang shahabat.

Silakan baca pula:

Hadits Shahih: Pengertian, Contoh dan Kedudukannya

***

Macam-macam Hadits Mutawatir

Hadits Mutawatir itu ada dua, yaitu: hadits mutawatir lafzhi dan hadits mutawatir maknawi.

1. Hadits Mutawatir Lafzhi

Yaitu: Hadits yang diriwayatkan secara mutawatir lafazhnya.

Bila sebuah hadits diriwayatkan dengan cara mutawatir secara lafzhi, maka secara otomatis juga secara maknawi.

Karena kesamaan lafazh menunjukkan kesamaan makna.

Namun kesamaan makna, belum tentu menunjukkan kesamaan lafazh.

Contoh Hadits Mutawatir Lafzhi:

:عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Barangsiapa berdusta atas namaku, maka hendaknya dia bersiap untuk masuk neraka.”

Hadits itu merupakan hadits mutawatir lafzhi. Di mana hadits itu diriwayatkan oleh 70 orang shahabat.

2. Hadits Mutawatir Maknawi

Yaitu: Hadits yang diriwayatkan secara mutawatir, namun maknanya saja yang mutawatir. Lafazhnya berbeda-beda, namun maknanya sama.

Contoh Hadits Mutawatir Maknawi:

Bahwa Nabi Muhammad Saw. mengangkat kedua tangan ketika berdoa.

Hadits tentang hal ini sangat banyak. Ada seratus hadits lebih. Namun dalam konteks yang berbeda. Juga dengan redaksi yang berbeda-beda. Namun semua hadits itu menyebutkan, bahwa beliau mengangkat kedua tangan saat berdoa.

Sebagaimana hal ini disebutkan dalam Kitab Tadribur Rawi.

***

Kitab Khusus Hadits Mutawatir

Adakah kitab hadits yang khusus memuat hadits-hadits mutawatir? Jawabannya adalah: Ada.

Berikut ini beberapa nama kitab khusus hadits mutawatir:

1. Al-Azhar al-Mutanatsirah fi al-Akhbar al-Mutawatirah, oleh Imam as-Suyuthi. Disusun sesuai babnya.

2. Quthuful Azhar, oleh Imam as-Suyuthi juga. Merupakan ringkasan kitab di atas.

3. Nuzhumul Mutanatsir bin al-Hadits al-Mutawatir, oleh Imam Muhammad bin Ja’far al-Kattani.

***

Penutup

Inilah beberapa keterangan mengenai Hadits Mutawatir yang bisa kami sampaikan. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

____________________

Bacaan utama:

Kitab Taisir fi ‘Ulumil HaidtsSyeikh Mahmud ath-Thahhan.

Artikel: Ma Huwa al-Hadits al-Mutawatir, Syeikh Thalal Misy’al.

 

Tags:

0 thoughts on “Hadits Mutawatir: Pengertian, Contoh dan Macam-macamnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.