SHOPPING CART

close
Menghafal Al-Qur'an

Tata Cara Menghafal al-Qur’an

1.      Membaca al-Quran di Hadapan Allah

Hendaknya kita selalu menanamkan sikap bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah Swt. Kita membaca al-Quran, sementara Allah sedang menatap kita. Ini merupakan puncak nikmatnya islam dan iman kepada Allah. Rasulullah bersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ , فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ .

“(Ihsan adalah) engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Namun bila engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihatmu.” (HR. Muslim)

Ibnu Mas’ud berpesan:

هَذَا الْقُرْآنُ مَأْدُبَةُ اللهِ , فَمَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنْهُ شَيْئًا فَلْيَفْعَلْ .

“Al-Quran itu adalah hidangan dari Allah. Barangsiapa memiliki kesempatan untuk mempelajarinya, hendaklah ia lakukan.” (HR. Thabrani)

2.      Berta’awudz

Bila akan membaca ayat-ayat al-Quran, hendaknya kita mulai dengan berta’awudz. Ta’awudz yaitu membaca a’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim. Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Allah Swt. berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ .

“Apabila kamu membaca al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. al-Nahl [19]: 98)

3.      Membaca Secara Tartil

Hendaknya kita membacanya dengan tartil (perlahan-lahan), dimana para ulama telah sepakat akan disunnahkannya membaca al-Quran dengan tartil. Allah Swt. berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا .

“Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil [73]: 4)

عَنْ يَعْلَى بْنِ مَمْلَكٍ أَنَّهُ سَأَلَ أُمَّ سَلَمَةَ عَنْ قِرَاءَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَاتِهِ قَالَتْ مَا لَكُمْ وَصَلَاتَهُ ثُمَّ نَعَتَتْ قِرَاءَتَهُ فَإِذَا هِيَ تَنْعَتُ قِرَاءَةً مُفَسَّرَةً حَرْفًا حَرْفًا

Dari Ya’la bin Mamlak, ia bertanya pada  Ummu Salamah tentang cara Rasulullah Saw. membaca al-Quran dan shalat beliau. Ummu Salamah berkata, “Ada apa kalian menanyakan shalat beliau?” Kemudian Ummu Salamah menirukan cara Rasulullah membaca al-Quran, dengan menyempurnakan bacaan huruf per huruf.” (HR. Ad-Darimi)

4.      Membaca dengan Suara Lantang

Membaca al-Quran dengan suara lantang akan membuat kita senantiasa berkonsesntrasi. Baik pikiran maupun pendengaran kita terus terfokus pada bacaan al-Quran. Lebih dari itu, membaca al-Quran dengan suara lantang akan mengusir rasa kantuk, bahkan membuat kita lebih bersemangat.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ , فَقُلْتُ : كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَتُهُ أَكَانَ يُسِرُّ بِالْقِرَاءَةِ أَمْ يَجْهَرُ ؟ قَالَتْ : كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ قَدْ كَانَ رُبَّمَا أَسَرَّ وَرُبَّمَا جَهَرَ . قَالَ : فَقُلْتُ : الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً .

Dari Abdillah bin Abi Qais, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah, “Bagaimanakah Rasulullah Saw. membaca al-Quran? Beliau membacanya dengan suara yang lirih atau lantang?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau melakukan keduanya. Kadang beliau membacanya dengan suara lirih dan kadang dengan suara lantang.” Aku berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah membuat masalah ini menjadi mudah.” (HR. Tirmidzi)

Mengulang hafalan al-Quran dengan suara lantang terkandung beberapa manfaat:

  • Melatih lisan, sehingga kita semakin mudah melafadhkannya setelah itu.
  • Indra pendengaran kita menjadi terbiasa menangkap bacaan ayat tersebut, dan itu sangat membantu daya serap dan hafal.
  • Membantu ingatan bagi orang-orang yang mendengar bacaan kita.
  • Serta berbagai manfaat lain, yang kadang tidak kita sadari.

5.      Membaca dengan Suara Merdu

Amat dianjurkan membaca al-Quran dengan suara yang semerdu mungkin.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ .

“Tidak termasuk golongan kami, orang yang tidak memerdukan suaranya ketika membaca al-Quran.” (HR. Bukhari)

6.      Menghafal al-Quran dengan Mengamalkannya

Hendaknya kita selalu mengingat sebuah riwayat, suatu saat  Ummul Mu’minin, ‘Aisyah ra, ditanya oleh seseorang tentang akhlak Rasulullah Saw. ‘Aisyah  menjawab,

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ .

“Akhlak beliau adalah (perwujudan amaliah) al-Quran.” (HR. Ahmad)

Dengan kata lain, Rasulullah Saw. adalah al-Quran yang berjalan, bisa dilihat oleh semua orang. Kita menghafal al-Quran bukan sekedar akan menjadi ucapan lisan yang bisa didengarkan, namun juga amal yang bisa dilihat oleh kaum muslimin.

Dan kita ingat selalu peringatan dari Rasulullah Saw.,

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ.

“Al-Quran akan menjadi argumen bagimu, atau (sebaliknya) terhadap dirimu.” (HR. Muslim)

Tags:

0 thoughts on “Tata Cara Menghafal al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...