SHOPPING CART

close

Tips Spesial Menghafal al-Qur’an dari Para Ulama

Berikut ini beberapa pesan para ulama dan ustadz berkaitan dengan menghafal al-Quran. Memang bukan ayat maupun hadits, tapi pengalaman nyata yang berharga.

Semoga memberikan manfaat…

1. Ibnu Mas’ud

Hendaknya seorang hafidh (orang yang hafal al-Quran) senantiasa dalam keadaan waspada. Bangun malam, ketika orang lain tidur. Berpuasa, ketika orang lain makan. Ingat rasa sedih, ketika orang lain bergembira. Ingat menangis, ketika orang lain tertawa. Banyak diam, ketika orang lain berbicara panjang lebar. Dan bersikap tenang, ketika orang lain sibuk dengan urusan dunia.

Maksudnya:

Inilah beberapa tips bagi kita untuk merasakan kehadiran al-Qur’an dalam diri kita. Jangan sampai perilaku orang yang menghafal al-Qur’an itu sama saja dengan sebelumnya. Harus ada perubahan yang lebih baik.

Beginilah akhlak para penghafal al-Qur’an. Sebagai wujud amaliyah perintah dan larangan, bahkan juga sunnah ajaran Islam yang mulia.

2. Imam al-Nawawi

Telah selayaknya bagi orang yang hendak menghafal al-Quran untuk selalu menjaga kebersihan hatinya dari segala macam kotoran hati, sehingga dirinya menjadi pantas untuk membaca, menghafal dan memperdalam pengetahuan tentang al-Quran.

Maksudnya:

Al-Qur’an merupakan kitab suci. Dia hanya bersedia untuk bersemayam dalam hati yang suci pula.

Maka hendaknya kita siapkan diri kita untuk selalu berperilaku bersih. Dalam rangka mempermudah proses menyatunya al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari.

3. Fudhail bin ‘Iyadh

Orang yang hafal al-Quran adalah pembawa bendera Islam. Oleh sebab itu, tidak selayaknya ia banyak bergurau, demi menghormati al-Quran. Seorang yang hafal al-Quran hendaknya tidak mendatangi orang lain karena suatu kepentingan, apalagi penguasa dan bawahannya. Justru orang lainlah yang meminta bantuan padanya.

Maksudnya:

Demikianlah cara kita mengagungkan al-Qur’an.

Ia merupakan kitab suci dari Yang Maha Agung. Ketika al-Qur’an mulai menyatu dengan diri kita, hendaknya kita pun tidak merendahkan diri di hadapan orang lain, terutama ketika kita berhadapan dengan penguasa. Di mana biasanya orang banyak merendahkan diri kepada para penguasa, demi meminta sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan duniawi.

Bukan berarti kita minta diagungkan oleh orang lain. Namun kitalah yang sedang mengagungkan al-Qur’an dalam diri kita.

4. Al-Dhahhak bin Muzahim

Musibah manakah yang lebih besar daripada hilangnya hafalan al-Quran?

Maksudnya:

Kita bisa menghafal al-Qur’an itu merupakan kemurahan dan karunia dari Allah Swt. yang sungguh luar biasa. Baik hafal 114 surat maupun beberapa surat saja.

Oleh karena itu, kehilangan hafalan al-Qur’an merupakan musibah terbesar dalam hidup seorang yang beriman. Bila kita tidak mampu merasakan hal itu sebagai musibah, maka inilah musibah di atas musibah.

Sumber gambar: freepik.com

5. Al-Qasim bin ‘Abdurrahman

Pernah aku berkata kepada seorang ahli ibadah, “Di sini kamu tidak memiliki teman.” Ahli ibadah itu mengulurkan tangannya untuk mengambil mushaf al-Quran, lalu ia berkata, “Inilah temanku.”

Maksudnya:

Al-Qur’an merupakan teman terbaik bagi seorang yang beriman.

Kita bisa bercakap-cakap dengannya kapan saja. Dengannya kita langsung terhubung dengan Dzat yang menurunkannya.

Sebuah wasilah yang selalu mendekatkan diri kita dengan tujuan hidup kita di muka bumi ini. Juga seluruh umat manusia bersama seluruh makhluk Allah Swt.

6. Gus Syamsul

Al-Quran itu halus garapannya. Jangan sampai dikasari. Ia tidak akan betah tinggal berlama-lama dalam hati yang keras. Bersikaplah lemah lembut kepada al-Quran.

Maksudnya:

Al-Qur’an hadir dari Yang Maha Lemah Lembut. Ia peka dan perasa. Hendaknya kita pun memperlakukannya sebagai sahabat yang memiliki perasaan peka.

Ketika menghafal al-Qur’an hendaknya kita berwudhu dahulu. Memakai pakaian yang menutup aurat sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Kita duduk di tempat bersih dan tenang. Kita membuka mushaf al-Qur’an, lalu mulai membaca dan menghafal dengan tertib. Jangan sampai terburu-buru, apalagi asal-asalan.

Orang yang menghafal secara asal-asalan, boleh jadi al-Qur’an akan tinggal, namun tidak akan lama.

Ia ibarat seorang tamu yang dipaksa untuk tinggal. Sebentar saja, ia pun segera berpamitan dan meninggalkan kita.

Gus Syamsul adalah salah seorang guru penulis dalam menghafal al-Qur’an.

Allahu a’lam.

_______

Sumber:

Buku Mudah & Cepat Menghafal Surat-surat Pilihan, oleh Ahda Bina A., Lc.

Tags:

2 thoughts on “Tips Spesial Menghafal al-Qur’an dari Para Ulama

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.