SHOPPING CART

close

Arbain Nawawiyah 26: Demikian Luasnya Pintu Sedekah

Banyak orang salah kaprah dalam memaknai sedekah. Mereka memandang bahwa sedekah itu terbatas kepada materi yang diberikan kepada orang lain. Padahal tidak demikian.

Rasulullah Saw. memberikan penjelasan bahwa jalan sedekah itu amatlah luas dan mudah. Bahkan bisa dikerjakan oleh setiap orang yang mau melakukannya sepanjang waktu. Dengan demikian sebenarnya sedekah ini bisa dilakukan oleh semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin.  Baik yang muda maupun yang tua. Yang terpenting kita punya kemauan yang tulus dan sungguh-sungguh.

Marilah kita perhatikan hadits berikut ini dengan baik. Semoga Allah Swt. berkenan membukakan pintu ilmu dan hikmah-Nya bagi kita semua.

***

Teks Hadits

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ

وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ

وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ

وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

( رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ )

Terjemah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

“Setiap ruas tulang pada tubuh manusia wajib disedekahi.

“Setiap hari di mana matahari terbit, lalu engkau mendamaikan dua orang (yang bertikai) adalah sedekah.

“Engkau menolong seseorang yang berkendaraan  lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah.

“Ucapan yang baik adalah sedekah.

“Setiap langkah yang engkau ayunkan menuju shalat adalah sedekah.

“Engkau menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.

(HR. Bukhari dan Muslim)

***

Catatan dan Keterangan

Selanjutnya berikut ini beberapa  catatan dan keterangan yang berkaitan dengan hadits di atas:

– Banyaknya Kewajiban Menunjukkan Luasnya Jalan Kebajikan

Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Di setiap ada perintah, maka di situ pasti ada kebaikan bagi hamba-Nya. Baik bagi orang yang melakukannya, maupun orang yang menolongnya melakukan perbuatan mulia tersebut.

Ketika Allah menyatakan bahwa setiap ruas tulang manusia ada kewajiban untuk bersedekah. Maka di situ terdapat peluang yang sangat luas untuk bersedekah.

Allah tidak membebani seorang hamba melebihi kemampuannya. Oleh karena itu, setiap ada beban, maka di situ ada kemampuan. Semakin banyak beban, maka dipastikan semakin kuat pula kemampuan seorang hamba.

Dan manusia yang paling bebannya adalah para nabi dan rasul. Mereka adalah manusia-manusia terbaik di zamannya masing-masing. Sebagai teladan bagi umat manusia hingga akhir zaman.

– Mendamaikan Dua Orang Yang Bertikai

Orang hidup sarat dengan berbagai kepentingan. Tidak jarang dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingannya, dua orang yang bersahabat atau bahkan bersaudara berselisih paham dan pengertian. Akibatnya, bentrokan dan perselisihan pun tidak bisa dihindarkan.

Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Oleh karena itu, alangkah mulianya orang yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk berusaha mendamaikan dua orang yang sedang bertikai tersebut. Sehingga perbuatan itu pun dihitung sama dengan sedekah.

– Membantu Orang Lain Naik Kendaraannya

Orang yang hendak bepergian itu sedang mengalami banyak kesusahan. Dia sedang menanggung banyak pikiran dan kadang juga beban bawaan yang dia perlukan selama dalam perjalanan.

Bila kita bersedia meluangkan sedikit perhatian dan membantunya meringankan beban perjalanannya. Meskipun hanya dengan menolongnya untuk naik ke atas kendaraannya. Maka hal itu sudah dicatat oleh malaikat sebagai satu perbuatan mulia yang setara dengan sedekah.

– Mengangkatkan Barang Bawaan Orang Lain

Sewaktu kuliah dulu, saya memiliki seorang teman yang sangat senang membantu orang lain mengangkatkan barang bawaannya. Baik laki-laki maupun perempuan, terutama yang sudah tua. Saat itu kami sedang bersama-sama berangkat melaksanakan umrah dengan naik kapal dari Terusan Suez menuju Jeddah selama dua malam melalui Laut Merah.

Pada mulanya saya mengganggap teman itu hanya iseng semata. Namun sungguh saya perhatikan, ternyata semua urusannya selalu memperoleh kemudahan dan kelancaran sepanjang perjalanan itu. Ringan tangan dalam membantu orang lain meskipun untuk urusan yang kecil, adalah rahasia dari wajahnya yang selalu ceria dan ramah. Dan itulah modal memperoleh pertolongan dari Allah Swt.

Dari situ saya banyak belajar betapa mulianya orang yang bersedia membantu meringankan beban orang lain. Meskipun hal itu kelihatan sepele, namun sungguh terasa manfaatnya.

– Perkataan Yang Baik

Lisan merupakan salah satu sarana ibadah yang sangat luas. Sebagaimana lisan juga merupakan salah satu sarana berbuat dosa yang sangat serius akibatnya. Terutama kalau kita tidak hati-hati dalam menjaga ucapan yang kadang mudah terpancing oleh keadaan.

Bila kita mampu untuk tetap dan selalu berkata-kata yang baik. Maka sesungguhnya hal itu merupakan pintu sedekah kita kepada orang lain. Ada saatnya kita berhak untuk berkata-kata buruk dan kasar kepada orang lain. Namun bila kita mampu untuk menahan diri, dan tetap mengeluarkan pernyataan yang bersifat positif, maka hal itu merupakan salah satu sedekah kepada saudara kita.

– Setiap Langkah Menuju Masjid

Setiap langkah yang kita ayunkan menuju masjid atau mushalla merupakan sedekah. Semakin jauh jarak rumah dengan masjid, maka potensi pahala dan sedekah pun semakin banyak.

Selain bernilai sedekah pada tiap langkah kaki kanan, juga terdapat kesempatan untuk menghapus dosa pada setiap langkah kaki kiri. Sekali lagi hal ini menunjukkan betapa luasnya kemurahan dari Allah Swt.

– Menghilangkan Gangguan di Jalan

Gangguan di jalan itu bisa berbentuk macam-macam. Mungkin sebuah batu yang akan membuat orang kesandung. Sebuah cabang pohon yang berpotensi mencelakakan orang atau kendaraan yang lewat. Atau hal-hal kecil lainnya yang sebenarnya dengan mudah kita singkirkan.

Sekarang ada istilah Pak Ogah. Yaitu anggota masyarakat yang dengan sukarela menyeberangkan kendaraan yang lalu-lalang, terutama di perempatan atau pertigaan jalan yang tidak ada lampu lalu-lintasnya.

Kelihatannya sederhana, namun ternyata sangat terasa manfaatnya. Sudah sepantasnya bantuan dan layanan sukarela itu tidak kalah mulianya dengan orang yang menyingkirkan gangguan di jalan. Tentu saja bila diniatkan untuk sedekah, maka betapa banyak pahala sedekah yang telah diterimanya.

***

Penutup

Demikianlah beberapa catatan dan keterangan yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan kali ini.

Atas segala kekurangan mohon untuk dimaafkan. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Allahu a’lam.

***

Untuk menyimak hadits arbain yang lain, silakan klik link berikut ini:

42 Hadits Arbain Nawawiyah

Tags:

0 thoughts on “Arbain Nawawiyah 26: Demikian Luasnya Pintu Sedekah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.