SHOPPING CART

close

Hadits Mudhtharib: Pengertian, Macam-macam dan Contohnya

Pengertian Hadits Mudhtharib

Secara bahasa, mudhtharib artinya: kacau, tidak beraturan, saling bertubrukan, simpang siur.

Secara istilah, hadits mudtharib artinya:

الحديث الذي يُروى من قِبَلِ راوٍ واحد أو أكثر على أوجه مختلفة متساوية، ولا مرجح بينها، ولا يمكن الجمع

“Hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi atau lebih dengan versi yang berbeda-beda, namun memiliki kekuatan yang sama. Sehingga tidak bisa ditarjih, dan tidak bisa ditemukan jalan tengahnya.”

Dari definisi di atas, kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa sebuah hadits disebut sebagai hadits mudhtharib apabila memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  • Adanya beberapa versi dalam hal periwayatan.
  • Semua versi itu memiliki kekuatan yang setara, sehingga tidak bisa ditarjih (dipilih mana yang lebih kuat).
  • Tidak bisa ditemukan jalan tengah. Kalau bisa ditemukan jalan tengah, maka sifat mudhtharib ini pun hilang. Sehingga bukan lagi menjadi hadits mudhtharib.

Itulah definisi hadits mudhtharib dan penjelasannya.

Silakan baca pula:

Hadits Mauquf: Pengertian, Macam-macam dan Contoh

***

Macam-macam Hadits Mudhtharib dan Contohnya

Hadits Mudhtharib ini ada dua macam, yaitu: mudhtharib pada sanad dan mudhtharib pada matan.

Berikut ini penjelasan dan contohnya masing-masing.

1. Hadits Mudhtharib pada Sanad

Mudhtharib pada sanad ini terjadi apabila ada kesimpangsiuran informasi mengenai sanad sebuah hadits.

Contohnya: 

قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ : يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ قَدْ شِبْتَ ؟ قَالَ : شَيَّبَتْنِيْ هُوْدٌ وَالْوَاقِعَةُ وَالْمُرْسَلَاتُ وَعَمَّ يَتَسَاءَلُوْنَ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Wahai Rosulullah, engkau telah beruban?”

Rasulullah Saw. menjawab, “Aku telah dibuat beruban oleh Surat Hud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, An-Naba’, dan At-Takwir”

(HR. Tirmidzi)

Imam Daruquthni memberikan penjelasan, bahwa hadits di atas merupakan salah satu hadits yang mudhtharib sanadnya. Karena versi sanad hadits tersebut bermacam-macam. Ada yang muttashil dan ada yang mursal.

Jalur periwayatannya pun simpang siur, di antaranya:

  • Ikrimah dari Abu Bakar
  • Ibnu Juhaifah dari Abu Bakar
  • Bara’ dari Abu Bakar
  • Alqamah dari Abu Bakar
  • Abu Maisarah dari Abu Bakar

Padahal seluruh perawi dalam sanad hadits itu merupakan para perawi yang sama-sama tsiqah. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar. Sehingga tidak mungkin ditarjih (dicari mana yang paling kuat).

***

2. Hadits Mudhtharib pada Matan

Mudhtharib pada matan ini terjadi, apabila ada kesimpangsiuran informasi mengenai matan atau isi sebuah hadits.

Contohnya:

لَيْسَ فِي الْمَالِ حَقٌّ سِوَى الزَّكَاةِ

Tidak ada kewajiban dalam harta selain zakat.” (HR. Ibnu Majah)

Maksudnya, bila harta kita belum sampai nishab, maka tidak ada kewajiban atas diri kita untuk mengeluarkan zakat.

إِنَّ فِي الْمَالِ لَحَقًّا سِوَى الزَّكَاةِ
Sesungguhnya dalam harta itu ada kewajiban selain zakat” (HR. Tirmidzi)

Maksudnya, bila harta kita belum sampai nishab, maka kita tetap wajib mengeluarkan zakat. Sesuai dengan standar kepantasan. Istilahnya bil-ma’ruf. Sepantasnya.

Nah, dua hadits di atas jelas saling bertentangan. Namun tidak bisa ditarjih, mana yang lebih kuat. Tidak pula bisa dicari jalan tengahnya (kompromi).

Sehingga kedua hadits itu termasuk hadits yang saling bertabrakan, tanpa bisa ditarjih maupun dikompromikan. Hadits yang mudhtharib. Hadits yang simpang siur.

***

Kedudukan Hadits Mudhtharib

Hadits Mudhtharib termasuk hadits yang dha’if atau lemah. Bukan hadits yang shahih. Mengapa dha’if?

Karena keadaan hadits yang simpang siur itu menandakan adanya proses periwayatan yang tidak tepat. Sehingga dimungkinkan adanya kesalahan periwayatan.

***

Demikian sedikit penjelasan mengenai hadits mudhtharib. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Bila ada hal yang kurang jelas. Kami persilakan untuk memberikan tambahan atau pertanyaan pada kolom komentar.

Allahu a’lam.

__________

Bacaan utama:

Kitab Taisir fi ‘Ulumil HaidtsSyeikh Mahmud ath-Thahhan.

Artikel: Hadits Mudhtharib, Ta’rifuh wa Mitsal ‘alaih, Syeikh Muhammad Thaha Sya’ban.

Tags:

One thought on “Hadits Mudhtharib: Pengertian, Macam-macam dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.