SHOPPING CART

close

Hadits Marfu’: Pengertian, Macam-macam dan Contoh

Pengertian Hadits Marfu’

Para ulama mendefinisikan hadits marfu’ sebagai berikut:

الحديث المرفوع هو: ما أضيف إلى النبي صلى الله عليه وسلم من قول أو فعل أو تقرير أو صفة

“Hadits marfu’ yaitu apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat.”

Berdasarkan definisi di atas, maka hadits marfu’ adalah semua informasi yang disandarkan kepada Rasulullah Saw.

  • Baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat.
  • Baik yang menyandarkan itu seorang shahabat atau generasi di bawahnya.
  • Dan hadits marfu’ ini bisa jadi sanadnya muttashil (bersambung) maupun munqathi’ (terputus).

Baca juga:

Hadits Munqathi’ : Pengertian, Contoh dan Statusnya

***

Macam-macam Hadits Marfu’

Berdasarkan definisi di atas pula, hadits marfu’ itu ada empat macam, yaitu:

  • Hadits marfu’ qauli (perkataan)
  • Hadits marfu’ fi’li (perbuatan)
  • Lalu hadits marfu’ taqriri (persetujuan)
  • Dan hadits marfu’ washwi (sifat)

Silakan baca pula:

Macam-Macam Hadits Mauquf Yang Marfu’ Hukman

***

Contoh Hadits Marfu’

Berikut ini kami sampaikan contoh hadits marfu’ dengan empat pembagian di atas:

Hadits marfu’ qauli (perkataan)

Disebut hadits marfu’ qauli,  bila ada seorang shahabat atau tabi’in berkata: bahwa Rasulullah Saw. berkata demikian dan demikian.

Misalnya:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah, dia berkata:

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah, maka seluruh dosanya yang telah lalu akan dihapus.” (HR. Imam Bukhari.)

Hadits di atas termasuk hadits marfu’ karena telah mencukupi dua unsur, yaitu:

  • seorang shahabat (Abu Hurairah) menisbahkan perkataan ini kepada Rasulullah Saw.
  • matan hadits berupa perkataan Rasulullah Saw.

***

Hadits marfu’ fi’li (perbuatan)

Disebut hadits marfu’ fi’li,  bila ada seorang shahabat maupun tabi’in berkata: bahwa Rasulullah Saw. berbuat demikian dan demikian.

Contohnya adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ ثَلاَثاً وَاسْتَنْشَقَ ثَلاَثاً وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَكَانَ يَمْسَحُ الْمَاقَيْنِ مِنَ الْعَيْنِ

Dari Abu Umamah, bahwa Nabi Muhammad Saw. berwudhu. Beliau berkumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali, dan membasuh wajah. Lalu beliau mengusap kedua sudut mata.” (HR. Ahmad)

Hadits di atas termasuk hadits marfu’ fi’li, karena sudah memenuhi dua unsur:

  • seorang shahabat (Abu Umamah) menisbahkan perkataan ini kepada Rasulullah Saw.
  • matan hadits berupa perbuatan Rasulullah Saw.

***

Hadits marfu’ taqriri (persetujuan)

Disebut hadits marfu’ taqriri,  bila ada seorang shahabat maupun tabi’in berkata: bahwa telah terjadi demikian dan demikian di hadapan Rasulullah Saw.  dan beliau tidak melarangnya.

Contohnya adalah sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَا لَمَّا رَجَعَ مِنَ الأَحْزَابِ: لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلاَّ فِى بَنِى قُرَيْظَةَ. فَأَدْرَكَ بَعْضُهُمُ الْعَصْرَ فِى الطَّرِيقِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لاَ نُصَلِّى حَتَّى نَأْتِيَهَا، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ نُصَلِّى لَمْ يُرَدْ مِنَّا ذَلِكَ. فَذُكِرَ لِلنَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:

Usai Perang Ahzab, Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Hendaknya tidak ada seorang pun shalat Ashar melainkan di Bani Quraidhah.”

Di tengah jalan, sebagian dari mereka mendapati waktu Ashr. Sebagian di antara mereka berkata, “Kami tidak shalat kecuali telah tiba di sana.”

Sebagian lagi berkata, “Kami akan shalat, karena beliau tidak bermaksud melarang kita shalat.”

Lalu hal itu disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw.. Ternyata beliau tidak mencela salah satu di antara mereka.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas termasuk hadits marfu’ taqriri, karena sudah memenuhi dua unsur:

  • seorang shahabat (Ibnu ‘Umar) menceritakan tentang tiadanya pengingkaran Rasulullah Saw. terhadap peristiwa.
  • matan hadits berupa tidak adanya pengingkaran dari Rasulullah Saw. ketika mengetahui adanya peristiwa tersebut.

***

Hadits marfu’ washfi (sifat)

Contohnya adalah bila seorang shahabat maupun tabi’in berkata: bahwa Rasulullah Saw. memiliki akhlak yang paling baik.

Jadi hadits itu menceritakan tentang sifat beliau.

***

Inilah yang bisa kami sampaikan. Semoga ada manfaatnya.

Terima kasih.

________________

Bacaan utama:

Kitab Taisir Musthalah al-HaditsSyeikh Mahmud ath-Thahhanrahimahullah.

Artikel al-Hadits al-Marfu’ wa al-Maqthu’ wa al-Mauquf ma’a at-Tamtsil.  islamweb.net

Tags:

3 thoughts on “Hadits Marfu’: Pengertian, Macam-macam dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.