SHOPPING CART

close
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 32: Yang Wajib Itu Lebih Utama daripada Yang Sunnah

الْفَرْضُ أَفْضَلُ مِنَ النَّفَلِ

Al-far-dhu af-dha-lu mi-nan-na-fal.

Yang wajib itu lebih utama daripada yang sunnah.

Contoh:

1. Bila kita bangun kesiangan, yang lebih utama adalah shalat Shubuh, bukan shalat Dhuha.

2. Bila kita punya hutang puasa Ramadhan, yang lebih utama adalah membayar hutang puasa tersebut, bukan puasa sunnah.

3. Bila kita punya hutang kepada orang lain, lalu kita memperoleh rezeki, maka yang lebih utama adalah membayar hutang, bukan bersedekah.

Catatan:

1. Kaidah ini mengajari kita membuat prioritas amal. Bahwa kita harus lebih memperhatikan amal yang wajib, baru kemudian yang sunnah.

Tags:

0 thoughts on “Kaidah Fiqih 32: Yang Wajib Itu Lebih Utama daripada Yang Sunnah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...