SHOPPING CART

close
Air Mata

Bila Seorang Istri Merasa Tidak Dihargai dan Dicintai

Pertanyaan:
Bagaimana kalau suami sudah mendiamkan istri dari awal menikah? Didiamkan dalam arti tidak memberi nafkah batin, bicara kalau perlu saja. Seperti menyuruh atau minta tolong.
Belum lagi saya dan keluarga baru tahu bahwa suami sebenarnya belum siap berumah tangga, tapi karena sudah terlanjur ya sudah. Dalam hal ini suami baru bilang saat sudah menikah baik pada saya dan mertua saya.
Tidak adanya komunikasi ini pernah saya pertanyakan, alasannya urusan suami ya urusan suami. Begitu pula sebaliknya.
Saya sendiri yg awalnya berusaha melayani suami, lama lama enggan melayani karena saya merasa diremehkan, tidak dihargai apalagi dicintai sbg istri. Hal ini membuat perasaan saya sama suami hilang, bahkan saat ini ada didekat suami membuat saya merasa kesal.
Saya sendiri belum pernah berhubungan dg suami sampai 2 bulan pernikahan ini. Saya berniat mengajukan khulu’ .
Bagaimana menurut anda?
Jawaban:
Menjawab pertanyaan Anda, berikut sedikit saran dari kami:
1. Rumah tangga adalah lahan jihad bagi suami maupun istri.
Banyak ujian berat kita dapatkan dalam kehidupan rumah tangga. Dan itu hampir setiap hari, dan orang lain memang perlu tidak tahu.
Di sinilah kita belajar makna sabar yang sebenarnya. Dan kesabaran ini selalu kita jaga sepanjang waktu dari hari ke hari. Dari bulan ke bulan. Dari tahun ke tahun, hingga akhir hidup.
2. Tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah.
Setiap rumah tangga memperoleh masalahnya sendiri-sendiri. Orang lain tidak sepantasnya tahu, kecuali orang-orang tertentu yang dimintai tolong untuk dimintai pendapat dan ikut mengurai dan mengurangi masalah.
Selesai satu masalah, datang masalah lain. Kadang satu masalah belum selesai, datang masalah lain yang lebih berat. Hal ini sudah biasa dalam kehidupan pribadi, apalagi dalam kehidupan keluarga. Apalagi keluarga muda. Pasti terkaget-kaget.
Di sinilah seni hidup berumah tangga itu kita alami sendiri. Tapi nanti dengan bertambahnya usia keluarga, maka kita akan menemukan titik keseimbangan.
3. Semua rumah tangga sebenarnya ingin bubar.
Ini bukan kata kiasan. Bahwa semua rumah tangga itu sebenarnya ingin bubar karena masalah-masalah besar yang menimpanya. Namun biasanya masih bisa bertahan karena pertimbangan besar pula, misalnya: kepentingan anak yang sangat kita sayangi, takut jadi contoh yang buruk bagi keluarga yang lain, ingin memperoleh pahala surga, dan lain-lain.
4. Marilah bertahan dan bersabar, suatu saat pasti ada hikmah yang luar biasa.
Kesulitan yang berat, penderitaan yang pedih pasti akan berakhir dengan nikmat yang tiada tara. Ini merupakan sunnatullah, hukum alam. Kadang disebut juga hukum karma. Ada karma buruk, ada pula karma baik. Semakin berat suatu cobaan, maka semakin nikmat di akhirnya. Kita semua yakin itu. Namun tidak semua orang mampu melaksanakan keyakinannya.
Maka kita selalu berdoa, memohon untuk selalu diberikan kekuatan oleh Yang Maha Perkasa.
5. Bila memang sudah tidak kuat, marilah shalat istikharah.
Kita mohon petunjuk. Kita mohon dipilihkan oleh Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita maupun keluarga.
6. Kita bersabar dan tetap berbuat baik adalah lillahi ta’ala.
Yang membuat orang istiqamah itu adalah ikhlas. Niat lillahi ta’ala. Tidak mengharap sekecil apapun dari selain Allah. Memang ini sangat berat. Namun sebaiknya kita mulai sekarang juga, sesegera mungkin. Hasilnya, kita akan bisa menikmati yang pahit. Seperti orang menikmati kopi pahit tanpa gula sedikit pun. Memang perlu latihan.
7. Semua adalah milik Allah.
Kita serahkan semuanya kembali kepada Allah. Yang manis, yang pahit, yang getir, yang nikmat, yang menyenangkan, yang menyakitkan, semua adalah milik Allah. Kita adalah makluk lemah dan bodoh dalam arti yang sebenarnya.
Penyerahan dan kepasrahan inilah pangkal seluruh kebahagiaan.
Hendaknya setiap hari sebanyak mungkin kita sadari hal ini dengan sesungguh-sungguhnya. Terutama setelah selesai shalat lima waktu. Di antaranya kita baca ayat kursi. Boleh satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali. Sambil kita pahami maknanya sebisa mungkin.
Demikian. Bila masih ada yang ingin ditanyakan, atau ada yang kurang jelas saya persilakan untuk bertanya kembali.
Terima kasih.
Tags:

0 thoughts on “Bila Seorang Istri Merasa Tidak Dihargai dan Dicintai

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.