SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Jangan Pernah Iri dengan Gaji Besar Tapi Jauh dari Keluarga

Ada seorang teman yang bekerja di sebuah kota di Arab Saudi sebagai penerjemah. Enam bulan bekerja di sana, lalu enam bulan bersama keluaga di tanah air.

Lalu ada seorang teman lagi yang bekerja di suatu negara Benua Afrika. Sama seperti teman yang pertama, enam bulan di sana, enam bulan di Indonesia. Sebagai tenaga profesional di perusahaan migas mancanegara.

Besar kemungkinan kita akan memberikan komentar:

“Wah, enak tenan. Gajinya pasti besar. Rumahnya mesti bagus. Mobilnya tentu berkelas. Tabungannya banyak. Waktu di rumah sering jalan-jalan.”

Dan seterusnya, pokoknya yang enak-enak saja. Lalu kita memberikan komentar tambahan:

“Memang apa susahnya? Di tempat yang jauh itu kan cuma enam bulan. Di sana hidup pasti terjamin. Keluarga di rumah juga tercukupi dengan fasilitas yang bagus. Mau apa lagi?”

Maka tidak salah, bila pepatah Jawa mengatakan:

“Hidup itu hanya sawang-sinawang. Satu sama lain hanya mampu melihat sisi nikmat yang diterima orang lain.”

Kita hanya mampu mengira-ngira betapa indahnya kenikmatan itu, sambil mengangankan:

“Seandainya saja nikmat Allah itu diberikan kepada saya. Alangkah bahagianya hidup saya. Mengapa bukan saya saja yang menjadi orang itu?” Hehe…

Sementara itu, kita malah lupa dengan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita dan keluarga.

Secara umum kita susah menghargai suatu nikmat yang selalu bersama kita. Nempel terus, dan berfungsi dengan baik. Seperti anggota tubuh kita. Organ-organ dalam yang sangat vital. Selama semuanya masih berjalan dengan normal, kita susah merasakan kehadirannya.

Baru setelah ada yang sakit, atau ada yang hilang, kita pun seperti baru sadar. Bahwa selama ini kita telah menikmati keberadaannya. Artinya, selama ini kita telah lupa mensyukuri keberadaan nikmat tersebut.

Nah, seperti itu pulalah nikmatnya kebersamaan dengan istri dan anak-anak. Ya, bagi yang punya dua istri atau lebih, dengan istri-istri dan anak-anak. Hehe…

Selama kita masih bersama mereka, rasanya biasa-biasa saja. Namun ketika kita sedang berpisah, wah ternyata kebersamaan dengan keluarga itu sesuatu banget.

Ya, meskipun hanya bersama. Bisa duduk bersama. Makan bersama.

Menemani anak yang sedang tumbuh. Bermain sepak bola plastik di depan rumah. Membikinkan pesawat kertas dan menerbangkannya bersama.

Menemani anak menyelesaikan tugas dari sekolah. Membantu merautkan pensil. Atau mengantar anak ke sekolah.

Semua itu tidak bisa kita lakukan ketika sedang jauh dari keluarga. Semua itu menjadi khayalan indah saja.

Sementara ketika kita yang sedang di rumah, menganggap semua itu adalah beban hidup yang diusahakan untuk kita keluhkan, atau bahkan kita hindari.

Subhanallah walhamdulillah…

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Marilah kita nikmati hidup dengan lebih baik. Hidup terlalu indah untuk dikeluhkan. Bahkan yang terasa pahit pun akan jadi nikmat, setidaknya nanti di hari akhirat.

Karena pada waktu itu kita baru akan sadar dengan sepenuhnya, bahwa semua yang kita terima di dunia sekarang, sesungguhnya adalah kesempatan untuk memperoleh kenikmatan yang abadi di akhirat.

Ya Allah, limpahkanlah ampunan-Mu untuk kami semua.

Dan mohon perkenan-Mu untuk melipatgandakan amal kebajikan kami yang sungguh amat sedikit ini.

Amin ya Rabbal ‘alamin…

Tags:

0 thoughts on “Jangan Pernah Iri dengan Gaji Besar Tapi Jauh dari Keluarga

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...