SHOPPING CART

close
Rahasia Waktu Shalat

Keutamaan Waktu

Berikut ini kami kemukakan beberapa keutamaan waktu yang kami ambil dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi saw.:

1.      Dengan Waktu Allah Bersumpah

Ajaran Islam melarang umatnya bersumpah dengan nama selain Allah, baik dengan nama-nama benda ataupun nama-nama waktu. Tapi ternyata dalam al-Qur’an Allah banyak bersumpah dengan nama-nama makhluknya, baik berupa benda maupun waktu.

Apabila manusia bersumpah dengan nama sesuatu, hal itu menunjukkan pengagungan manusia kepada sesuatu yang dia gunakan sebagai sumpah tersebut. Hal itu dilarang dalam agama Islam, karena yang berhak diagungkan hanyalah Allah Swt. Sedangkan apabila Allah bersumpah dengan nama-nama makhluk-Nya, hal itu mengisyaratkan akan kemuliaan makhluk yang Dia gunakan sebagai sumpah tersebut. Dengan menggunakan nama-nama makhluk-Nya untuk bersumpah, Allah hendak berpesan kepada umat manusia untuk memperhatikan nama-nama makhluk tersebut.

Di antara nama-nama makhluk yang Allah gunakan untuk bersumpah itu merupakan nama-nama waktu yang terjadi setiap hari. Misalnya dalam surat al-Lail dan adh-Dhuha, Allah Swt. berfirman:

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى . وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى .

“Demi waktu malam apabila menutupi (cahaya siang). Demi siang apabila terang benderang.” (QS. Al-Lail: 1-2)

وَالضُّحَى . وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى .

“Demi waktu dhuha. Demi waktu malam apabila telah sunyi (gelap).” (QS. Adh-Dhuha: 1-2)

2.      Dengan Waktu Manusia Beribadah

Bila kita perhatikan, dalam al-Qur’an terdapat banyak sekali ayat di mana Allah Swt. memperingatkan kita jangan sampai tertipu oleh kehidupan dunia. Namun demikian, bukan berarti kita diperintahkan untuk meremehkan kehidupan dunia, karena kehidupan di dunia ini merupakan kesempatan satu-satunya untuk beribadah.

Allah Swt. berfirman:

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ .

“Allah berfirman, “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” (QS. Al-A’raf: 25)

Hidup di dunia hanyalah sekali. Oleh karena itu, hendaknya kita bisa menggunakan kesempatan yang hanya satu kali ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya. Kematian juga datang hanya sekali. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha memilih kematian yang terhormat.

Ibarat orang bercocok tanam, dunia adalah waktu untuk bekerja keras dalam rangka mengusahakan hasil yang terbaik, sedangkan akhirat merupakan waktu untuk memanen hasil atas usaha yang telah kita curahkan sebelumnya.

3.      Waktu Tidak Pernah Berhenti ataupun Kembali

Jam berapakah sekarang? Silakan kita tengok sebentar jam terdekat yang ada di sekitar kita. Kita perhatikan ada jam, menit dan detik. Hari dan tanggal berapakah sekarang? Silakan pula kita ingat sebentar hari dan tanggal sekarang kita berada.

Bila kita perhatikan, gabungan antara jam, hari dan tanggal seperti sekarang, sebenarnyalah, tidak akan pernah kembali. Ia terjadi hanya sekali itu saja. Jam, menit, dan detik memang selalu datang lagi. Tapi bila jam dikombinasikan dengan tanggal, tentu ia tidak pernah kembali lagi.

Waktu bukan hanya tidak pernah kembali, namun juga tidak pernah berhenti. Waktu senantiasa berjalan. Detik demi detik terus berjalan dengan pasti, hingga terhimpun menit. Demikian pula menit terus berjalan dengan pasti, hingga terhimpun jam. Demikian seterusnya hingga akhir zaman terjadinya hari kiamat.

Sejak lama manusia bermimpi mampu menciptakan mesin waktu yang bisa mengembalikannya ke masa yang telah lalu, atau mengantarkannya ke masa yang akan datang. Secara pribadi penulis memiliki penilaian bahwa impian tersebut merupakan harapan yang tidak masuk akal. Jangankan di dunia yang serba terbatas ini, di surga pun harapan untuk mengulang waktu  itu tidak dikabulkan.

Rasulullah Saw. bersabda:

يُؤْتَى بِالرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا ابْنَ آدَمَ كَيْفَ وَجَدْتَ مَنْزِلَكَ ؟ فَيَقُولُ : أَىْ رَبِّ خَيْرَ مَنْزِلٍ. فَيَقُولُ : سَلْ وَتَمَنَّ . فَيَقُولُ : أَسْأَلُكَ أَنْ تَرُدَّنِى إِلَى الدُّنْيَا فَأُقْتَلَ فِى سَبِيلِكَ عَشْرَ مَرَّاتٍ . لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ . رواه النسائي .

“Seorang penghuni surga dipanggil menghadap Allah ‘Azza wa Jalla, lalu Dia berfirman, ‘Wahai Anak Adam, bagaimana engkau mendapati tempatmu di surga?’ Orang itu menjawab, ‘Wahai Tuhanku, aku mendapatinya sebagai sebaik-baik tempat.’ Allah berfirman, ‘Memohon dan berharaplah’ Orang itu berkata, ‘Aku mohon kepada-Mu, hendaknya Engkau kembalikan aku ke dunia, lalu aku terbunuh di jalan-Mu sebanyak sepuluh kali.’ Hal itu ia minta karena demikian besar kemuliaan mati syahid.” (HR. An-Nasa’i)

Apakah kemudian Allah mengabulkan permintaan dan harapan orang tersebut? Tentu saja tidak, karena waktu tidak pernah berhenti ataupun kembali. Rasulullah saw. bersabda kepada seorang shahabat bernama Jabir:

يَا جَابِرُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَحْيَا أَبَاكَ ، فَقَالَ لَهُ : تَمَنَّ عَلَىَّ ، فَقَالَ : رُدَّ إِلَى الدُّنْيَا فَأُقْتَلُ مَرَّةً أُخْرَى ، فَقَالَ ِ: نِّى قَضَيْتُ أَنَّهُمْ إِلَيْهَا لاَ يَرْجِعُونَ . رواه أحمد .

“Wahai Jabir, tahukah engkau, bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah menghidupkan ayahmu, lalu Allah berfirman, ‘Mintalah kepadaku!” Ayahmu memohon, ‘Kembalikanlah aku ke dunia lagi, supaya aku bisa terbunuh lagi (sebagai mati syahid).’ Allah berfirman, ‘Aku telah menetapkan, bahwa manusia tidak bisa kembali lagi ke dunia.'” (HR. Ahmad)

Waktu akan terus berjalan, bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat. Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Keutamaan Waktu

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Klik di sini
Perlu penjelasan tambahan?