SHOPPING CART

close
Merawat Cinta

Menikah Tanpa Sepengetahuan Orangtua Itu Bisa Dibatalkan

Saya sangat terkejut, sekaligus sangat sedih. Ada seorang gadis yang sedang merantau, jauh dari kedua orangtuanya. Sudah menikah tanpa pemberitahuan pada orangtuanya sama sekali.

Tapi untunglah, gadis itu tidak berani bertemu dengan saya sendiri. Rupanya dia masih ada kesadaran, bahwa tindakannya itu sungguh telah melukai perasaan saya sendiri, meskipun dia bukan anak saya.

Para pembaca yang kami hormati.

Adakah orang yang lebih dekat secara emosional bagi seorang anak melebihi orangtuanya sendiri? Mungkin ada, tapi pasti tidak banyak. Itu pun juga karena suatu alasan yang amat khusus. Kasuistik dan individual.

Orangtua berjasa besar bagi anak, bukan saja karena telah menjadi jalan bagi kehadirannya di muka bumi. Bukan hanya karena telah mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya, sejak dalam kandungan hingga dewasa. Namun lebih dari itu.

Semangat pengorbanan mereka. Siap memikul seluruh beban hidup anak, hingga yang terberat sekalipun. Semua dilaksanakan sambil tetap tersenyum dengan gembira. Mereka rela hidup menderita, asal anaknya bisa bahagia.

Ada seorang laki-laki menggendong ibunya yang sudah amat renta untuk melaksanakan rukun ibadah haji secara tertib. Mulai dari thawaf, sa’i, dan seterusnya. Dia pula yang telah mengurus seluruh keperluan ibunya itu setiap hari. Lalu laki-laki itu bertemu dengan Umar bin Khatthab.

Dia bertanya, apakah dia bisa disebut telah membalas jasa ibunya itu?

Umar menjawab: Tidak. Engkau tidak akan pernah mampu membalas budi baik ibumu, meskipun hanya setetes air susunya.

Mengapa?

Karena ibumu telah merawatmu dengan sangat baik, dengan harapan engkau akan hidup selamanya. Sedangkan engkau merawat ibumu itu, meskipun juga dengan baik, tapi diam-diam engkau mengharapkan supaya dia segera mati.

Subhanallah…

Itulah sedikit gambaran betapa mulianya kedudukan orangtua, baik sebagai ayah maupun ibu, bagi anaknya.

Maka bagaimana mungkin seorang anak tega melaksanakan pernikahan tanpa memberitahukan hari bahagia itu kepada ayahnya sama sekali?

Kita semua tidak berani membayangkan, betapa sakitnya perasaan orangtua gadis itu bila suatu saat mengetahui keputusan nekat tersebut.

Untunglah gadis itu hanya ingin menanyakan, bagaimana hukumnya. Mungkin karena gadis itu takut, ayahnya pasti tidak setuju dengan pilihannya. Sementara dia telah terlanjur jatuh cinta setengah mati.

Secara hukum, tetap sah, asal ada wali yang lain. Misal saudara kandung ayahnya, atau saudara kandung si gadis tersebut.

Namun bila suatu saat ayahnya mengetahui hal itu, dan tidak terima, maka ayahnya punya hak untuk menggugat keabsahan pernikahan anaknya tersebut.

Demikianlah, Islam amat menghargai kedudukan orangtua atas diri anaknya. Semoga ada manfaatnya. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Bila ada yang ingin ditambahkan, saya persilakan untuk menyampaikan pada kolom komentar. Terima kasih.

Tags:

0 thoughts on “Menikah Tanpa Sepengetahuan Orangtua Itu Bisa Dibatalkan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...