SHOPPING CART

close
Menghafal Al-Qur'an

Praktik Menghafal Surat Pilihan

Sejak usia kanak-kanak kita telah melakukan kegiatan menghafal. Mulai menghafal lagu, perkalian, rumus-rumus, atau defini dari istilah-istilah penting. Berbagai cara kita lakukan. Tidak penting bagaimana cara menghafalnya, karena setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam menghafal. Yang penting adalah target tercapai. Selesai.

Tapi orang selalu ingin mengetahui bagaimana cara menghafal yang cepat. Cara menghafal yang hemat energi. Cara menghafal yang menjamin tercapainya tujuan.

Pada bagian ini penulis akan berbagi pengalaman dengan pembaca sekalian tentang praktek menghafal yang selama ini penulis lakukan untuk menghafal ayat-ayat atau surat-surat pilihan. Alhamdulillah, sejauh ini memberikan hasil yang memuaskan.

Sekilas cara yang penulis sajikan untuk menghafal ini nampak begitu panjang. Namun sejauh ini penulis telah membuktikan inilah jalan paling aman. Jalan dengan aspal yang paling baik. Jalan tanpa hambatan; tanpa kegiatan warga yang seringkali memacetkan arus lalu-lintas.

Apalah artinya jalan pendek, namun kemudian waktu terbuang habis menunggu antrian dalam arus lalu lintas yang macet. Atau rute yang dikira jalan pintas, ternyata merupakan jalan buntu.

Pada kesempatan ini penulis memilih surat al-Shaff sebagai contoh praktis. Marilah kita mulai. Semoga Allah memberikan kemudahan.

1.      Hadirkan hati.

Selain pikiran, hadirkan hati. Jangan pernah melepas kesadaran, bahwa kita sedang menghadapi hidangan dari Allah (ma’dubatullah). Ingatlah bahwa kita sedang menjadi orang terbaik. Orang yang sedang belajar tentang al-Quran.

2.      Baca ayat pertama hingga terakhir

Setelah ta’awudz dan basmalah, bacalah ayat pertama sampai ayat terakhir (ayat 1 – 14) sebaik mungkin. Nikmati huruf per huruf sebagaimana kita menikmati tiap bagian dari semangkuk nasi-soto ayam. Bagi Anda yang kurang menyukai soto ayam, bisa memilih menu lain sesuai selera.

3.      Dapatkan kerangka surat

Bacalah kembali ayat ke-1 dan terjemahannya dengan baik. Pahami maknanya. Tangkap pesan-pesan ilahi pada ayat itu. Lakukan tadabbur sebisa mungkin. Hubungkan ayat itu dengan alam nyata dan kehidupan kita sehari-hari.

Selesai ayat ke-1, lakukan hal yang sama pada ayat ke-2. Demikian seterusnya sampai ayat terakhir.

Dengan cara seperti itu, kita sudah memiliki gambaran tentang kerangka surat dengan baik. Dengan jalan ini, sesungguhnya kita telah menyelesaikan 20% kegiatan menghafal surat al-Shaff. Ini sama dengan mengetahui peta sebelum melalui rute yang akan dilalui.

Sekarang marilah kita mulai menghafal.

4.      Menghafal ayat ke-1

Perhatikan ayat pertama ini dengan sepenuh hati. Jangan memikirkan ayat ke-2. Sekali lagi perhatikan ayat pertama ini dengan segenap jiwa dan perasaan. Kata-kata yang akan kita hafal ini adalah lafadh-lafadh pilihan Allah. Kata-kata itu dirangkai oleh Allah sendiri, sehingga menjadi ayat.

  1. Perhatikan kata pertama

Betul-betul lihat (baca). Kita baca kata pertama. Biasanya kita kurang memperhatikan kata yang pertama. Sekali lagi kita tatap betul kata pertama ini.

سَبَّحَ

Hafalkan. Lafadhkan tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan. Setelah itu, ulangi melihat (membaca) kata itu, seakan kita tidak akan pernah bisa melihat kata itu lagi.

سَبَّحَ

  1. Sambung dengan kata-kata berikutnya secara bertahap

Setelah melafadhkan kata pertama tadi tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan, barulah kita sambung dengan kata kedua.

سَبَّحَ لِلَّهِ

Hafalkan. Setelah hafal dengan baik, lafadhkan tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan.

Setelah berhasil melafadhkan tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan, lihat (baca) kembali potongan ayat itu seakan kita tidak akan pernah membaca kata-kata itu lagi.

سَبَّحَ لِلَّهِ

Lanjutkan dengan potongan ayat berikutnya (masih dalam ayat pertama).

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

 

Hafalkan. Setelah hafal dengan baik, lafadhkan hafalan itu tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan.

Setelah berhasil melafadhkan tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan, lihat (baca) kembali potongan ayat itu seakan kita tidak akan pernah membaca kata-kata itu lagi.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

Lanjutkan dengan potongan ayat berikutnya.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Hafalkan. Setelah hafal dengan baik, lafadhkan hafalan itu tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan.

Setelah berhasil melafadhkan tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan, lihat (baca) kembali ayat itu (satu ayat penuh) seakan kita tidak akan pernah membaca kata-kata itu lagi.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Sampai di sini, alhamdulillah kita sudah berhasil menghafal satu ayat penuh. Jangan lupa untuk bersyukur. Tanpa izin Allah, mustahil kita bisa membaca dan menghafal ayat itu dengan baik. Ingatlah, satu ayat itu lebih mahal daripada satu onta terbaik mana pun. Berapakah harga satu ekor onta, apalagi onta terbaik? Mahal…. Pokoknya mahal. Bahkan lebih mahal daripada seekor sapi terbaik manapun. Alhamdulillah….

5.      Menghafal ayat ke-2.

Hendaknya kita tidak menghafal ayat ke-2 sebelum berhasil menghafalkan ayat ke-1 secara sempurna. Tanda kita sudah berhasil menghafal ayat sudah sempurna adalah kita mampu melafadhkan ayat itu di luar kepala tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan sama sekali, meskipun hanya salah satu harakat. Setelah berhasil menghafal ayat ke-1 dengan sempurna, barulah kita dipersilakan menghafal ayat ke-2.

Cara menghafal ayat ke-2 sama dengan ayat ke-1. Namun, pengetahuan ini tidak ada pengaruhnya sama sekali pada hafalan tanpa dipraktekkan. Oleh karena itu, bila ingin mencapai hasil yang sama pada ayat ke-2, kita harus mengulang prosedur menghafal seperti ayat ke-1. Tidak boleh kurang sama sekali, tapi boleh lebih. Misalnya dengan meningkatkan ulangan melafadhkan tiga kali menjadi empat atau lima kali.

6.      Menyambung ayat ke-1 dan ayat ke-2

Lafadhkan kembali ayat ke-1. Setelah selesai melafadhkan ayat ke-1, sambung dengan ayat ke-2. Lafadhkan kedua ayat itu sambung-menyambung sebanyak minimal tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan sama sekali. Setelah berhasil melakukan tes ini, insya Allah berarti kita telah menghafal dua ayat itu dengan baik.

7.      Menghafal ayat ke-3

Caranya menghafal ayat ke-3 adalah sama dengan menghafal ayat ke-1 dan ayat ke-2 sebelumnya.

8.      Menyambung ayat ke-1 hingga ayat ke-3

Cara menyambung ayat ke-1 hingga ayat ke-3 adalah sama dengan menyambung ayat ke-1 dan ayat ke-2 sebelumnya. Tanda kita sudah menghafal ayat ke-1 hingga ayat ke-3 adalah kita bisa melafadhkan ketiga ayat itu sambung-menyambung sebanyak tiga kali tanpa kesalahan sama sekali.

9.      Demikian seterusnya

Untuk menghafal dan menyambung hafalan dari ayat ke-4 sampai ayat ke-14, tetap kita lakukan dengan pola di atas, yaitu:

  1. tambah hafalan satu ayat
  2. murajaah satu ayat itu tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan sama sekali
  3. murajaah seluruh ayat yang sudah dihafal mulai ayat pertama tiga kali berturut-turut tanpa kesalahan sama sekali
  4. tambah hafalan satu ayat lagi, dan demikian seterusnya sampai ayat terakhir.

10.  Terakhir

Setelah kita selesai menghafal seluruh ayat (ayat ke-1 hingga ayat ke-14), kita lakukan tes secara mandiri.

Caranya: kita lafadhkan seluruh ayat dalam surat itu, dari ayat ke-1 sampai ayat ke-14, tiga kali berturut-turut di luar kepala tanpa kesalahan.

Setelah itu, kita baca kembali (dengan melihat tiap hurufnya dalam mushaf al-Quran), seakan kita tidak pernah melihatnya lagi.

Sekilas, nampaknya cara di atas begitu panjang. Namun itulah cara yang selama ini penulis buktikan begitu ampuh dalam menyelesaikan tugas-tugas menghafal. Bahkan termasuk menghafal puisi kanak-kanak yang akan penulis ajarkan kepada anak-anak sendiri sebagai tugas dari ibu gurunya di sekolah masing-masing. Alhamdulillah, berhasil.

Ada seorang sahabat yang setoran hafalan sebanyak beberapa ayat, boleh jadi sampai empat ayat pada pekan pertama. Tapi semua ayat itu tidak ada yang sempurna. Hal itu terjadi karena kesalahan dalam proses menghafal. Satu ayat belum selesai dihafal dengan baik, menambah ayat berikutnya. Ayat kedua belum dihafal dengan baik, menambah ayat ketiga. Demikian seterusnya, sehingga tidak ada satu pun ayat yang berhasil dihafal dengan sempurna.

Pekan berikutnya ia bisa menambah hafalan, tapi hafalan yang berikutnya itu pun amburadul. Ada satu atau beberapa kata yang terlupa pada setiap ayat. Salah pula menyambung ayat. Sedangkan ayat yang pekan lalu disetorkan sudah hilang sama sekali.

Pekan berikutnya lagi, ia sudah menyerah. Ia mengatakan, bahwa ia memang tidak berbakat menghafal surat itu. Penulis sampaikan, bukannya Saudara tidak berbakat. Tapi cara Saudara yang kurang tepat dalam menghafal al-Quran. Saudara perlu membenahi praktek menghafal al-Quran.

Tags:

0 thoughts on “Praktik Menghafal Surat Pilihan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...