SHOPPING CART

close
Tanya-Jawab

Minta Saran Supaya Segera Punya Rumah Sendiri

Pertanyaan:

Assalamu alaikum…

Selamat siang, Pak…

Saya mau tanya…

Saya sudah hidup berumah tangga selama 7 tahun.

Tapi saya belum punya apa-apa.

Bahkan tempat tinggal juga saya masih ngontrak di Jakarta.

Saya juga ngontrak di kampung buat tempat tinggal saya.

Saya pingin punya tempat tinggal sendiri, Pak.

Kiranya ada solusi dari Bapak.

Terima kasih.

_____________________

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Inggih baik, berikut ini sedikit tanggapan dari saya, semoga ada manfaatnya:

Pertama:

Kita hidup dengan bermacam-macam keadaan.

Ada di antara kita yang belum menikah sudah punya rumah. Namun ada yang setelah menikah beberapa tahun baru punya rumah. Ada pula yang sampai meninggal dunia belum punya rumah.

Semua keadaan itu pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah.

Hendaknya kita berusaha menikmati keadaan saat ini, apapun keadaannya, meskipun kadang terasa pahit.

Di tengah kepahitan itulah kedewasaan kita diuji.

Orang disebut dewasa bila mampu menerima yang pahit. Menerima apa yang tidak dia sukai. Sedangkan anak-anak hanya bisa menikmati yang manis dan lezat.

Dan kita yakin, semua yang Allah berikan adalah baik. Pasti baik. Meskipun sering terasa pahit.

Kedua:

Kita bisa ngontrak rumah, apalagi dua rumah sekaligus, tentu nikmat yang cukup besar dari Allah. Meskipun rumah kontrakan itu terasa kecil dan sempit. Karena banyak orang yang tidak bisa ngontrak sama-sekali. Hingga terpaksa tinggal di jalanan dalam arti yang sesungguhnya.

Kita mampu mengontrak rumah itu menunjukkan bahwa kita sudah memiliki modal yang bagus untuk berumah tangga yang baik. Karena banyak juga pasangan suami-istri yang masih nebeng dengan rumah orangtua/mertua.

Dengan hidup secara mandiri itu berarti kita bisa mengatur kehidupan rumah tangga secara lebih mandiri dan independen. Memberikan keleluasaan yang penuh kepada suami maupun istri untuk membentuk model keluarga yang diidamkan. Tanpa banyak intervensi dari orang lain.

Hal ini tentunya pantas untuk kita syukuri.

Ketiga:

Hendaknya kita jangan pernah memaksakan kehendak kepada Allah. Kita hanya berusaha. Allah yang berikan keputusan.

Kalau kita pingin punya rumah, tentunya harus kerja lebih keras. Lebih disiplin, dan perbanyak relasi. Dengan tujuan supaya dapat pemasukan yang lebih banyak.

Selain memaksimalkan pemasukan, kita juga perlu meminimalkan pengeluaran. Lebih hemat. Lebih efektif. Mana pengeluaran yang tidak pokok, kita paksa hentikan. Ikat pinggang kuat-kuat. Istilahnya tirakat nggih. Banyak puasa. Menahan diri dari banyak keinginan.

Jadi kita pilah mana keinginan dan mana kebutuhan. Kebutuhan ini pun perlu kita pilah lagi, mana kebutuhan yang mendesak (jangka pendek) dan mana yang tidak mendesak (jangka panjang).

Keempat:

Dari usaha menambah penghasilan sekaligus menghemat itu, kita bisa mengumpulkan modal buat beli rumah.

Sebagian bisa dibelikan emas dulu. Boleh emas koin ataupun emas perhiasan. Emas koin itu kelebihannya kalau kita jual lagi tidak banyak potongan. Tapi kekurangannya, emas koin itu tidak bisa dipakai oleh istri.

Sedangkan emas perhiasan itu kelebihannya bisa dipakai istri. Artinya kita bisa menyenangkan istri dulu, sebelum nanti kita jual buat beli rumah. Tapi kekurangannya, kalau kita jual emas perhiasan itu nanti potongannya lebih banyak dibandingkan emas koin.

Mau pilih emas koin atau emas perhiasan. Pilihan ada di tangan kita. Kalau saya dua-duanya. Pertama beli emas perhiasan. Kalau dapat uang lagi, beli emas koin. Kalau dapat uang lagi, beli emas perhiasan. Dan seterusnya.

Emas itu kita sita simpan dengan baik dan aman.

Kalau kita menyimpan uang, tiap bulan harga uang mesti turun. Jadi kita rugi banyak. Apalagi kalau uang itu disimpan untuk jangka panjang. Pasti makin banyak ruginya.

Setelah itu, kita cari informasi sebanyak mungkin tentang rumah yang murah. Tapi lokasinya cukup bagus.

Jadi memilih rumah itu jangan asal murah. Dengan harapan kelak seandainya kita pingin jual rumah itu, menjualnya lebih mudah, karena letaknya strategis. Harganya juga bisa naik lebih bagus.

Bila kita sudah melaksanakan semua usaha dengan berbagai macam cara sebagaimana di atas, maka kita menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Inilah tawakal. Jangan sampai kita mendikte Allah. Pokoknya harus dikabulkan. Harus dapat rumah.

Nah ini tidak boleh. Dilarang dalam agama.

Kelima:

Kalau misalnya memang Allah menghendaki sampai mati kita tidak punya rumah, hendaknya kita terima dengan ikhlas dan ridha.

Bila kita ridha, maka Allah pasti ridha. Sehingga kita bisa menjalani hidup dengan nyaman dan gembira. Masalah selalu ada, namun tetap bisa menikmati kondisi yang Allah berikan. Hati tenang, pikiran jernih, badan sehat, keluarga rukun.

Kalau kita tidak ridha, Allah pasti juga tidak ridha. Maka hidup kita pasti selalu resah dan gelisah. Hati selalu waswas. Pikiran tidak tenang. Badan sakit tiap hari. Masalah kecil terasa besar dan berat. Dan seterusnya. Naudzu billah min dzalik

Demikian inggih, bila ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan lagi, saya persilakan.

Semoga ada manfaatnya.

Tags:

0 thoughts on “Minta Saran Supaya Segera Punya Rumah Sendiri

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.