SHOPPING CART

close

Bunga Sedap Malam dan Hidup Yang Husnul Khatimah

Bunga Sedap Malam

Tujuh hari sekali istri menggantinya, sebelum bunga itu kehabisan nilai manfaatnya.

Sesuai namanya, bunga itu menebarkan aroma sedap, bukan harum yang semerbak seperti bunga melati.

Karena ditaruh di dekat pintu kamar utama, kami pun menikmati keberadaannya sepanjang hari dan pekan…

Pada hari pertama bunga itu sedikit saja aromanya.

Hari ketiga dan keempat adalah puncak dari arti kehadirannya.

Hari kelima mulai turun manfaatnya.

Dan hari ketujuh sebaiknya segera diperoleh gantinya.

Karena bukan saja sudah tidak menarik, namun juga mulai mengganggu dan mencemari udara di sekitarnya.

Hidup Yang Husnul Khatimah

Kurang lebih seperti itulah hidup kita; bagaikan setangkai bunga.

Adalah jasad kita. Mungkin kita bisa berusaha memperlambat datangnya tanda-tanda usia senja atau bahkan kematian. Namun dia pasti ‘kan datang. Pada waktu yang telah ditentukan.

Maka alangkah meruginya diri kita apabila sibuk dengan tampilan fisik dan urusan yang fana. Oleh karenanya kita pun berusaha sekuat tenaga bersaing dengan bunga sedap malam itu…

Kita hadirkan makna bagi hidup ini untuk memberikan manfaat yang terbaik untuk sesama, segenap makhluk di sekitar kita.

Dan apabila kehadiran kita justru mengganggu alam sekitar, alangkah lebih baiknya kita mohon disegerakan untuk bisa meninggalkan dunia.

Supaya kenangan terakhir adalah semerbak harum dan sedapnya keberadaan kita.

Karena itulah husnul khatimah yang amat kita rindukan…

Semoga…

Sila baca pula:

Mengapa Buah Semangka Besar Tapi Pohonnya Kecil?

***

Dari Pasuruan

Setiap hari Ahad. Seorang bapak-bapak datang dari Pasuruan. Menjajakan bunga sedap malam ini.

Awalnya hanya istri yang berlangganan. Sekarang sudah ada beberapa orang di perumahan kami jadi pelanggan.

Beberapa ikat saja. Sekitar lima ikat. Setiap ikat berisi tiga lonjor. Cuma seharga Rp 15.000, sudah bisa menambah semarak seluruh isi rumah.

Alhamdulillah…

Bunga itu kami taruh dalam sebuah vas bunga yang berbentuk kaca bening.

Dulu kami taruh di depan kamar utama. Sekarang pindah ke depan mushalla.

Adapun tempatnya yang semula diganti dengan aquarium mini. Isi ikan nonong. Ikan lohan.

Impor dari Tuban. Dapet hadiah alias gratisan.

Tags:

One thought on “Bunga Sedap Malam dan Hidup Yang Husnul Khatimah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.