SHOPPING CART

close
Keluarga Sederhana

Bunga Sedap Malam dan Husnul Khatimah

Tujuh hari sekali istri menggantinya, sebelum bunga itu kehabisan nilai manfaatnya.

Sesuai namanya, bunga itu menebarkan aroma sedap, bukan harum seperti bunga melati. Karena ditaruh di dekat pintu kamar utama, kami pun menikmati keberadaannya sepanjang hari dan pekan…

Pada hari pertama bunga itu sedikit saja aromanya. Hari ketiga dan keempat adalah puncak dari arti kehadirannya. Hari kelima mulai turun manfaatnya. Hari ketujuh sebaiknya segera diperoleh gantinya. Karena bukan saja sudah tidak menarik, namun juga mulai mengganggu dan mencemari udara di sekitarnya.

***

Kurang lebih seperti itulah hidup kita, bagaikan setangkai bunga.

Adalah jasad kita. Mungkin kita bisa berusaha memperlambat datangnya tanda-tanda usia senja atau bahkan kematian. Namun dia pasti ‘kan datang. Pada waktu yang telah ditentukan.

Maka alangkah meruginya diri kita apabila sibuk dengan tampilan fisik dan urusan yang fana. Oleh karenanya kita pun berusaha sekuat tenaga bersaing dengan bunga sedap malam itu…

Kita hadirkan makna bagi hidup ini untuk memberikan manfaat yang terbaik untuk sesama, segenap makhluk di sekitar kita. Dan apabila kehadiran kita justru mengganggu alam sekitar, alangkah lebih baiknya kita mohon disegerakan untuk bisa meninggalkan dunia. Supaya kenangan terakhir adalah semerbak harum dan sedapnya keberadaan kita. Karena itulah husnul khatimah yang amat kita rindukan…

Tags:

0 thoughts on “Bunga Sedap Malam dan Husnul Khatimah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Klik di sini
Perlu penjelasan tambahan?