SHOPPING CART

close

Karamah, Istidraj dan Sihir: Pengertian dan Contoh

Ada tiga istilah yang amat berdekatan dan bersinggungan dengan mukjizat, yaitu: karamah, istidraj, dan sihir.

Karamah

Secara istilah, karamah adalah suatu kejadian yang luar biasa, yang diberikan Allah Swt. kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa, yang biasa disebut dengan wali.

Karamah ada miripnya dengan mukjizat, yaitu kejadian yang luar biasa. Bedanya dengan mukjizat, orang yang mendapat karamah itu tidak pernah menantang orang lain untuk membuat yang semisalnya. Sebagaimana para wali juga tidak pernah mengaku sebagai nabi.

Namun demikian, bukan berarti nabi itu lebih sombong daripada wali. Nabi memberikan tantangan itu karena memang ada perlunya, yaitu membuktikan bahwa dirinya benar-benar nabi. Sedangkan wali tidak perlu membuktikan dirinya wali.

Nabi harus selalu ditaati, karena dia maksum.  Sedangkan wali tidak harus selalu ditaati, karena dia tidak maksum.

Apabila perintah dan larangan wali ada dasarnya dari al-Qur’an dan hadits, kita harus mentaatinya. Apabila perintah dan larangan wali bertentangan dengan al-Qur’an dan hadits, kita harus menolaknya.

Maksum artinya dijaga oleh Allah Swt. untuk tidak melakukan kesalahan. Apabila seorang nabi melakukan suatu kesalahan, ia akan memperoleh teguran secara langsung dari Allah.

Baca juga: Mukjizat: Pengertian, Hakekat, Tujuan dan Contohnya

***

Istidraj

Istidraj adalah suatu kejadian yang luar biasa, yang diberikan Allah Swt. kepada orang-orang yang suka maksiat.

Misalnya, ada orang yang suka minum minuman keras, berzina dan berjudi. Suatu saat dia dibacok oleh salah seorang musuhnya. Ternyata tidak ada satu bagian tubuhnya yang terluka, padahal dia tidak pernah belajar ilmu kebal.

Kejadian ini termasuk istidraj. Inilah cara Allah untuk semakin membuatnya tersesat.

Dia akan semakin sombong, sehingga dia pun akan semakin banyak berbuat dosa dan semakin dalam pula tempatnya di neraka.

Demikian pula orang yang banyak maksiat, namun usahanya semakin lancar. Rezekinya semakin banyak. Boleh jadi itu merupakan cara Allah untuk semakin membuatnya tersesat. Na’udzu billah min dzalik…

***

Sihir

Adapun sihir itu merupakan salah satu ilmu yang bisa dipelajari.

Dengan sihir seseorang bisa melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan, seperti: kebal senjata tajam, pukulan jarak jauh, termasuk tenaga dalam.

Interaksi dengan jin

Pelaku sihir pada umumnya berusaha menyembunyikan kenyataan atau memang tidak mengetahui, bahwa dia mampu berbuat hal-hal yang aneh itu dengan bantuan jin. Sementara jin melakukan bantuan selalu dengan imbalan dan tujuan. Oleh karena itu, pelaku sihir selalu melakukan pekerjaan tertentu atau menghindari pekerjaan tertentu, sebagai syarat memperoleh bantuan tersebut.

Banyak orang yang tidak sadar, bahwa selama ini dia telah berhubungan dengan jin. Melakukan dzikir-dzikir khusus, membaca ayat-ayat tertentu, shalat Tahajud dengan membaca surat-surat tertentu pada rakaat yang telah ditentukan pula. Serta membaca doa tertentu ketika melancarkan suatu pukulan. Kemudian juga dilarang melakukan pantangan-pantangan tertentu, yang sesuai dengan larangan agama Islam.

Tanpa disadari, orang tersebut melakukan semua itu bukan karena Allah semata. Ia tidak ikhlas. Ia melakukan dan meninggalkan semua itu dengan tujuan memperoleh kesaktian yang dijanjikan. Na’ûdzu billâh min dzâlik

Mati syahid

Nabi Muhammad Saw. mengajarkan kepada kita untuk berjihad, tapi juga mengajari kita untuk berani mati. Inilah ksatria yang sesungguhnya.

Adapun orang yang berangkat ke medan tempur dengan ilmu kebal dan pukulan jarak jauh, sesungguhnya bukan sedang mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw. Karena Nabi Muhammad sendiri memberikan perintah dan teladan, bahwa luka dan kematian syahid di medan perang merupakan sebuah kehormatan yang amat mulia.

Yang semua itu sesuai dengan firman Allah Swt.:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi, orang-orang yang shidiq, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa’: 69)

Allahu a’lam.

_____________

Sumber dan Bacaan: 

– Buku Dahsyatnya 4 Sifat NabiAhda Bina A. Lc. 

– Buku ar-Rusul war-Risalat‘, Syeikh Umar Sulaiman al-Asyqat.

– Artikel Shifat al-Anbiya’ war RusulSyeikh Batul ad-Daghim. mawdoo3.com

Tags:

One thought on “Karamah, Istidraj dan Sihir: Pengertian dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.