SHOPPING CART

close

Tag: dharurat

  • dharurat
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 33: Suatu Kebutuhan Yang Bersifat Hajiyat Bisa Menjadi Dharuriyat

اَلْحَاجَةُ قَدْ تَنْزِلُ مَنْزِلَةَ الضَّرُوْرَةِ Al-haa-ja-tu qad tan-zi-lu man-zi-la-tadh-dha-ruu-rah. Suatu kebutuhan yang bersifat hajiyat itu bisa menjadi kebutuhan dharuriyat.   Contoh: 1. Hukum duduk berhimpitan dengan lawan jenis yang bukan mahram itu haram. Namun diperbolehkan dalam kendaraan umum yang penuh sesak. 2. Belajar ilmu sihir itu...
Read More
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 16: Kondisi Dharurat Hanya Berlaku Saat Dharurat

الضَّرُوْرَةُ تُقَدَّرُ بِقَدَرِهَا Adh-dha-ruu-ra-tu tu-qad-da-ru bi-qa-da-ri-haa. Keadaan dharurat hanya berlalu saat dharurat saja.   Contoh: 1. Orang boleh mengkonsumsi makanan haram sebatas dalam kondisi darurat. Ketika kondisi darurat telah berlalu, maka hukum makanan itu kembali menjadi haram baginya. 2. Mencuri hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat. Ketika...
Read More
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 7: Kondisi Dharurat Itu Menghalalkan Yang Haram

الضَّرُوْرَاتُ تَبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ Adh-dha-ruu-raa-tu tu-bii-hul-mad-zhuu-raat. Kondisi dharurat itu menghalalkan yang haram.   Contoh: 1. Makan bangkai itu haram, namun menjadi halal dalam keadaan dharurat. 2. Minum khamer itu haram, tapi menjadi halal dalam keadaan dharurat. 3. Berzina itu haram, tapi menjadi halal dalam keadaan dharurat. 4. Meninggalkan puasa...
Read More
Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...