SHOPPING CART

close
Pengantar Hukum Islam

Mazhab dan Beda Pendapat Itu Sunnatullah

Alhamdulillah, kita merupakan umat nabi yang terakhir. Namun kita diberikan berbagai kemuliaan yang tidak diberikan kepada umat para nabi sebelumnya. Di antara nikmat dan kemuliaan terbesar bagi umat Nabi Muhammad itu, kita diberikan kitab suci al-Qur’an yang dijanjikan sendiri oleh Allah untuk dijaga kesuciannya. Sehingga meskipun banyak usaha untuk memalsukan sebagian saja dari al-Qur’an, pasti akan segara ketahuan dengan mudah.

Ketika berjanji menjaga al-Qur’an, maka sudah barang tentu Allah juga akan menjaga kesucian bagi penjelas al-Qur’an, yaitu hadits-hadits Nabi Muhammad. Dan benar, hadits-hadits sebagai penjelas al-Qur’an itu memperoleh penjagaan yang istimewa dari Allah.

Dari sinilah kemudian muncul Ulumul Qur’an, Ulumul Hadits, maupun Musthalah Hadits. Ilmu-ilmu inilah yang menjadi alat penjaga kesucian dan kemurnian al-Qur’an hingga akhir zaman. Bahkan juga masih diberikan tambahan yang luar biasa dengan munculnya Ushul Fiqih, Qawaid Fiqhiyah, Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan lain-lain. Memang Nahwu, Sharaf dan Balaghah itu sepertinya hanya berkaitan dengan Bahasa Arab. Namun bahasa Arab itu merupakan alat yang paling pokok untuk memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Nah, berbagai karunia dan kemudahan yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita itu, kadang juga bisa menjadikan diri kita jadi penasaran, sekaligus bingung sendiri. Kalau benar Allah sudah menjaga al-Qur’an dan hadits, namun mengapa masih banyak perbedaan pendapat, bahkan mazhab?

Tidak jarang apabila mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam suatu masalah, kita pun jadi penasaran: mana di antara dua atau tiga pendapat itu merupakan pendapat yang paling benar. Pendapat yang paling kuat dalilnya…

Rasa penasaran itu sesungguhnya bukan sikap yang salah. Memang demikianlah sikap yang benar, yaitu semangat untuk selalu menambah ilmu dan wawasan. Namun masalahnya kita terlalu terbiasa untuk mencapai semua yang kita kehendaki dan inginkan itu secara instan, cepat, ringan, dan mudah. Tidak mau capek, susah, apalagi berat.

Bila kita bersedia meluangkan waktu dan tenaga yg cukup, ternyata usaha mencari titik temu antarpendapat itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan tidak jarang kita sampai pada persimpangan jalan yang semakin rumit dan membingungkan.

Pada saat seperti itu akhirnya kita pun tiba pada satu keyakinan, bahwa perbedaan pendapat itu memang sudah direncanakan dan disengaja keberadaannya.

Beda pendapat dan mazhab itu merupakan bagian dari sunnatullah…

Tags:

0 thoughts on “Mazhab dan Beda Pendapat Itu Sunnatullah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...