SHOPPING CART

close
Born To Be A Blogger

Ngeblog: Menguji Kesetiaan Diri pada Pasangan

Saya semangat ngeblog itu kalau sedang sreg dan nyaman dengan tampilan blog. Kalau lagi tidak sreg, maka selera ngeblog pun turun drastis. Jangankan menulis artikel, membukanya saja sudah males. Semangat juang pun susah dikembalikan, apalagi ditingkatkan…

Nama domain

Tampilan itu bisa dimulai dari nama domain. Sebuah domain yang saya kira cukup bagus, tiba-tiba saja setelah sekian bulan berlalu malah bikin eneg… Meskipun itu domain berbayar, apalagi yang gratisan…

Template pilihan

Bisa juga karena templatenya. Padahal template itu merupakan hasil seleksi sekian hari. Setelah saya obrak-abrik persediaan template wordpress, terutama yang gratisan tentunya, hehe… Tapi kalau sudah bosan dengan template itu, maka keinginan ngeblog pun terjun bebas… Padahal ganti template itu kata bloger berpengalaman adalah pantangan, karena akan merusak performa blog kita, aduh… Tapi mau bagaimana, kata hati tidak bisa dibohongi maupun diakali…

Laptop dan hape

Bisa juga karena bosan dengan laptop atau hape yang biasa saya gunakan untuk ngeblog. Wah kalau ini agak panjang urusannya. Harus dapat izin dulu dari bendahara rumah tangga. Siapa lagi kalau bukan nyonya besar yang berkuasa absolut itu. Sehingga perlu sedikit negosiasi yang diselingi dengan saling intimidasi dan ancam-mengancam, hehe… Ndak juga sih, tapi intinya perlu perjuangan yang ekstra… Asal bisa menemukan alasan yang masuk akal, biasanya ya langsung disetujui. Yang penting memang lagi ada uangnya, hehe…

Ngeblog sama dengan hidup berpasangan

Akhirnya saya punya kesimpulan. Bahwa ngeblog itu sama dengan hidup berpasangan. Untuk memperoleh pasangan yang ideal kita perlu usaha yang ekstra. Tidak bisa asal ambil ataupun asal pilih. Pasti pilih-pilih. Dan perlu waktu yang tidak sebentar. Namun akhirnya akan tiba juga waktu datangnya rasa jenuh, bosan, hingga waleh… Ketemu yang gitu-gitu aja…

Padahal dari situlah ujian kesetiaan itu sedang berlangsung. Bukankah pasangan yang hebat itu kalau bisa bertahan untuk selama-lamanya… Sampai batas usia memisahkan mereka…

Pasangan yang hebat

Bahwa sebuah pasangan itu dinilai hebat bukan karena kecantikan dan ketampanan, kekayaan dan gaya hidup yang mewah. Namun karena kesetiaan yang selalu diuji dengan berbagai perasaan yang seringkali tak tertahankan. Di mana ujian itu bukan datang dari luar, namun dari dalam diri sendiri…

Autokritik

Maka di sinilah saya perlu duduk sendiri dan memberikan nasihat untuk diri sendiri.

Wahai jiwa yang selalu berontak dan tidak pernah puas. Ketahuilah, bahwa inilah jodohmu. Tetaplah bertahan pada posisi yang telah engkau pilih dan ambil sendiri. Bersikaplah ksatria dalam menghadapi pilihanmu itu…

Ikutilah akal sehatmu, dan jangan engkau turuti hawa nafsu dan perasaan yang sering dan mudah berubah arah…

Cobalah untuk setia dengan nama domain ini, template yang ini, laptop dan hape yang sekarang. Berhentilah mengeluh. Dan tetaplah jujur dengan dirimu sendiri…

Baiklah, terima kasih ya… Kata saya kepada suara hati sendiri…

Semoga juga bermanfaat bagi yang lain.

Tags:

0 thoughts on “Ngeblog: Menguji Kesetiaan Diri pada Pasangan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...