SHOPPING CART

close
Hukum Keluarga

Mengenal Shighat Taklik Talak: Perlindungan untuk Istri

Shighat Ta’lik ini ada di Buku Nikah. Yaitu pada halaman paling belakang.

Setelah akad nikah, kita semua para suami membacakan halaman terakhir ini di depan istri, wali, saksi dan undangan yang hadir.

Berikut ini teksnya:

Sesudah akad nikah, saya: ……. bin ……. berjanji dengan sesungguh hati bahwa saya akan mempergauli istri saya yang bernama: ……. binti ……. dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam.

Kepada istri saya tersebut saya menyatakan sighat ta’lik sebagai berikut:

Apabila saya :

1. Meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;
2. Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya;
4. Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,

Dan karena perbuatan saya tersebut, istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut kemudian istri sayamembayar uang sebesar Rp. 10,000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.

Kepada Pengadilan Agama saya memberikan kuasa untuk menerima uang ‘iwadl (pengganti) tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial.

Tempat, ………….

Suami,

(…………)

*****

Tujuan Shighat Taklik

Tiada lain tujuannya adalah untuk melindungi kepentingan si istri. Karena pada dasarnya, hak talak atau cerai itu ada di tangan suami. Hal ini kadang menimbulkan perkara yang rumit dalam beberapa kasus.

Misalnya:

Apabila seorang suami hilang atau menghilang, maka si istri tidak punya pilihan selain menunggu kedatangan suami. Berapapun lamanya. Karena perkawinan mereka adalah sah. Hanya bisa dipisahkan dengan talak atau salah seorang di antara keduanya meninggal dunia.

Untuk itulah, shighat taklik talak ini memberikan antisipasi. Buat berjaga-jaga. Bila terjadi beberapa keadaan tertentu yang akan merugikan kepentingan si istri, maka telah tersedia alternatif yang sah.

*****

Akibat Hukum Shighat Taklik

Bila terjadi satu di antara beberapa kejadian berikut:

1. Suami meninggalkan istri saya selama 2 (dua) tahun berturut-turut;
2. Suami tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
3. Suami menyakiti badan atau jasmani istri saya;
4. Suami membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya selama 6 (enam) bulan atau lebih,

Lalu istri mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, dan gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut, kemudian istri saya uang sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) sebagai ‘iwadl (pengganti) kepada suami, maka jatuhlah talak satu kepadanya.

Jadi jelas, shighat taklik ini sangat melindungi pihak istri. Sehingga suami tidak boleh main-main dengan istrinya.

Misalnya dia meninggalkan istri sampai dua tahun tanpa kabar berita, tidak memberikan nafkah selama tiga bulan, dan seterusnya. Bila hal itu sampai terjadi, maka dengan mudah istri akan mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Demikian sedikit keterangan mengenai Shighat Taklik. Semoga ada manfaatnya.

Tags:

0 thoughts on “Mengenal Shighat Taklik Talak: Perlindungan untuk Istri

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.