SHOPPING CART

close
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 18: Rukhshah Tidak Boleh Diambil dalam Keadaan Syak

الرُّخَصُ لَا تُنَاطُ بِالشَّكِّ

Ar-ru-kha-shu laa tu-naa-thu bis-syakk.

Rukhshah tidak boleh diambil dalam keadaan syak.

Contoh:

1. Orang yang mau pergi safar boleh menjamak shalat. Namun bila syak apakah akan berangkat atau tidak, maka dia tidak boleh menjamak dahulu, sampai yakin atau hampir yakin mau berangkat.

2. Bila tidak ada air, kita boleh tayamum sebagai pengganti wudhu. Bila kita belum pasti bahwa benar-benar tidak ada air, kita belum boleh pakai tayamum.

Catatan:

1. Syak adalah keadaan ragu antara iya dan tidak itu seimbang. Dalam keadaan ini rukhshah belum boleh diambil.

2. Zhan itu keadaan antara iya dan tidak lebih banyak iya. Tapi masih ada sedikit keraguan. Dalam keadaan ini rukhshah sudah boleh diambil.

3. Yaqin itu sudah tidak ada keraguan sama sekali.

Tags:

0 thoughts on “Kaidah Fiqih 18: Rukhshah Tidak Boleh Diambil dalam Keadaan Syak

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...