SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Jangan Bikin Hutang Baru Buat Bayar Hutang Lama

Berikut ini tanya-jawab yang kami lakukan dengan salah seorang pembaca beberapa waktu yang lalu.

Saya posting di sini, dengan harapan kita bisa mengambil hikmah dari kehidupan saudara kita.

Semoga ada manfaatnya.

 

Beliau:¬†Assalamu’alaikum Pak Ahda.

Saya: Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah…

Beliau: Bapak bagaimana kabarnya? Bapak sy apa boleh menanyakan suatu pertanyaan Pak..

Saya: Alhamdulillah, baik… Iya silakan…

Beliau: Ini berhubungan dengan hutang piutang Pak. Awalnya ada sesuatu hal yang terjadi pada keluarga sy. Sampai akhirnya entah bagaimana sy terjerumus dalam hutang2 yg rasanya tak berujung dan tak kian selesai Pak.
Semakin lama kok rasanya semakin banyak dan bertambah..
Sampai hidup jd tdk tenang Pak..
Apa yg dapat sy lakukan Pak..
Apakah ibadah sy tdk diterima sehingga semakin tenggelam dalam hutang2 rentenir Pak..
Mohon sy diberikan pencerahan Bapak..

Saya: Pertama, yang harus kita sadari, bahwa kita hidup akan selalu berhadapan dengan masalah. Oleh karena itu jangan sampai kita takut dengan masalah. Kita hadapi setiap masalah dengan tegar dan sikap dewasa.
Kedua, kita harus punya keyakinan, bahwa setiap masalah pasti ada akhirnya. Pasti ada jalan keluarnya. Tugas kita adalah menemukan jalan keluar tersebut. Dengan usaha keras, jalan itu pasti kita temukan.
Ketiga, hendaknya kita selalu menyadari, bahwa kita adalah makhluk. Setiap makhluk adalah lemah. Makhluk hanya bisa menjadi kuat bila memperoleh kekuatan dari Allah Yang Maha Perkasa. Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk melibatkan Allah dalam setiap urusan kita. Selalu minta pertolongan pada-Nya.
Nah, sekarang mari kita bahas masalah hutang-piutang ini…
Sebisa mungkin kita jangan sampai punya hutang pada orang lain. Kecuali kita benar-benar kepepet, dan tahu jalan membayarnya.

Beliau: Iya Pak, awalnya karena (pangapunten) sy harus membayar hutang2 tdk tertulis punya alm.Bapak sy… Jadi seperti putaran Pak, sy berhutang untuk membayar hutang. Karena gaji sy sebagai guru (…) jg hanya (Rp …) per bulan. Lama kelamaan hutang semakin banyak Pak. Sampai sy bgg bagaimana dan darimana harus mengurainya kembali.
Segala pekerjaan tambahan sy lakukan.
Berjualan, jadi kurir, cuci setrika..
Seperti sy rasa kayak belum ada jalan terang gt lho Pak
Sy makin terbelit hutang ndak karu2an

Saya: Satu pengetahuan yang perlu kita pahami, bahwa sebenarnya kita tidak harus membayar bunga pinjaman. Oleh karena itu, sebenarnya kita boleh menolak memberikan bunga yang terlalu banyak, apalagi beranak-pinak.
Bunga bank itu masih masuk akal, karena ada hitungan yang tidak terlalu besar. Tapi kalau sampai ke rentenir, biasanya memang sangat besar. Tidak masuk akal. Karena itu kita sebenarnya bisa melakukan negosiasi ulang dengan didampingi orang yang paham hukum.

Beliau: Iya Pak.. Dan yang memperparah keadaan saat ini adalah sy jg ketambahan terjerat pinjaman online.
Awalnya sy butuh utk membayar karena tdk ada uang ada seorang teman menyarankan pinjaman online.
Tanpa pikir panjang sy manut sj karena waktu itu gelap sekali rasanya..
Kok malah sekarang tambah makin kacau Pak
Harta benda berharga sedikit demi sedikit habis
Tapi hutang malah kian banyak
Mohon maaf ya Pak kalau pertanyaan sy ini terdengar sgt tdk sopan

Saya: Tidak masalah, Mbak… Kita saling membantu. Mungkin karena umur saya lebih tua, boleh jadi ada pengalaman yang bisa saya bagi.
Iya, langkah pertama yang bisa Jenengan lakukan, adalah berhenti pinjam uang. Jangan nambah hutang lagi untuk keperluan apapun. Pokoknya kita nikmati saja apa yang sekarang kita punya. Hidup seadanya. Nambah hutang itu sama dengan menambah masalah. Hutang jangan dibayar dengan cara berhutang, apalagi dengan bunga. Sekali lagi, apapun yang terjadi, jangan berhutang lagi kepada siapapun. Ini yang pertama.

Beliau: Pangapunten pak, seperti pinjaman2 online yg sy sdh terlanjur tercebur tidak bisa dijanji Pak. Terlambat 1 hari sj dendanya bs 60-100 rb.
Ini yg membuat masalah semakin runyam pak
Sy sampai pernah terlintas pikiran utk bekerja menjadi TKW ke luar negeri mencari uang untuk menutupi hutang2 tsbt.

Saya: Baik, kedua: Secara hukum, rentenir itu sebenarnya lemah. Mereka nagih hutang tidak bisa dengan melibatkan penegak hukum, misalnya polisi. Paling banter mereka hanya akan mengirimkan tukang tagih hutang.
Karena itu sebenarnya kita bisa tetap tenang. Jangan gupuh kalalu diancam ini itu.
Kalau saya kasih saran, jangan pergi ke luar negeri untuk jadi TKW. Resiko sangat tinggi atas keselamatan diri sendiri, juga keutuhan keluarga. Banyak orang hidupnya tambah berantakan. Apalagi sampean juga masih mudah. Bahaya besar. Kasihan keluarga. Masa depan sampean masih panjang.
Ketiga: coba kita perbaiki hubungan kita dengan Allah Sang Maha Pencipta. Shalat yang lebih tertib. Baca al-Qur’an yang lebih tertib juga. Juga hubungan keluarga. Dengan kerabat. Coba lebih banyak silaturahim. Datang ke rumah mereka. Meskipun tidak ada keperluan. Niatnya satu: silaturahim.
Coba itu dulu dilaksanakan. Insya Allah nanti ada perubahan.

Beliau: Cara paling tepat dan cepat untuk lepas dan bebas dari riba bagaimana njih Pak?
Apabila sudah terlanjur tercebur dan tenggelam..

Saya: Pertama, harus bisa merubah mindset kita dulu. Ini yg paling penting. Bahwa hutang harus diyakini sbg masalah.
Kedua, harus bisa berhenti cari hutangan. Hiduplah apa adanya, meskipun dalam keadaan miskin sekalipun.
Kalau ndak gitu, pasti kita akan terbiasa gali lubang tutup lubang. Kebiasaan itu akan susah dihentikan.
Bukannya hutang berkurang, tapi malah tambah banyak.
Ketiga, kita biasakan bikin catatan pengeluaran.
Keempat, berapapun penghasilan kita, sisihkan minimal dua puluh persen untuk disimpan.
Dengan demikian, sesungguhnya tidak ada cara instan utk lepas dari jeratan hutang. Kalau mau cepat ya segera bayar saja hutang kita.
Jual tanah. Lunasi hutang. Jual rumah, terus ngontrak.
Itu yg ekstrem, kalau memang sangat terpaksa.
Yg pasti jangan sampai cari hutangan baru buat bayar hutang.

Tags:

0 thoughts on “Jangan Bikin Hutang Baru Buat Bayar Hutang Lama

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...