SHOPPING CART

close
Arba'in Nawawiyah

Meninggalkan Yang Tidak Berguna (12)

Kebanyakan orang memang suka iseng, yaitu melakukan suatu aktivitas yang sebenarnya tidak diperlukan, namun baginya menarik. Seperti mengikuti informasi tentang kehidupan pribadi dan rumah tangga para artis, atau berlama-lamaan di depan gadget siang dan malam, hingga lupa waktu dan meninggalkan berbagai kewajiban sehari-hari.

Oleh karena itulah, sejak lama Rasulullah Saw. memberikan peringatan kepada kita untuk pandai-pandai menggunakan waktu dan usia dengan sebaik-baiknya. Bahkan beliau mengaitkan hal itu dengan keimanan kita.

Marilah kita baca bersama hadits berikut ini dengan seksama. Semoga Allah Swt. berkenan membukakan pintu ilmu dan hikmah-Nya bagi kita semua.

Teks Hadits

:عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ

:قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

.مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

.حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُ هَكَذَا

Terjemah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

Rasulullah Saw. bersabda:

“Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, bila dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.”

(Hadits hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya).

Catatan dan Keterangan

Selanjutnya berikut ini kami sampaikan beberapa catatan dan keterangan yang berkaitan dengan hadits di atas:

1. Prioritas Amal

Waktu yang kita miliki setiap hari berjumlah terbatas, yaitu 24 jam saja. Jumlah waktu yang kita miliki setiap minggu juga terbatas, yaitu 7 hari saja. Demikian dan seterusnya hingga menghimpun usia kita di dunia ini, semuanya bisa dihitung dengan mudah.

Sementara itu, pilihan aktivitas kita sungguh beragam. Mulai yang bersifat wajib, sunnah, hingga yang mubah, makruh dan haram.

Bila kita tidak pandai mengatur prioritas amal, maka kita akan mudah terjebak kepada amal-amal yang tidak penting. Sehingga amal-amal yang bersifat wajib justru terbengkalai. Apalagi yang sunnah.

2. Kualitas Keislaman Ditentukan dengan Prioritas Amalnya

Sebagai orang Islam yang taat, rasanya mustahil kita secara sengaja berniat melakukan suatu amal yang bersifat haram. Namun pada umumnya kita terlalu mudah untuk menyia-nyiakan waktu dengan melakukan amal-amal yang bersifat mubah.

Misalnya nongkrong di grup whatsapp hingga berjam-jam setiap hari tanpa adanya keperluan yang mendesak. Ngobrol dengan teman-teman sesama alumni suatu pesantren atau sekolah. Ditambah lagi dengan grup-grup keluarga besar yang biasanya para admin menuntut semua anggota untuk selalu aktif setiap hari.

Suatu aktivitas yang semula bersifat mubah sangat rentan untuk menjerumuskan kita kepada yang makruh bahkan yang haram. Sebagaimana pepatah, bahwa kebanyakan orang itu celaka dan binasa bukan karena batu besar, namun karena kerikil dan pasir.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mendisiplinkan diri sendiri dalam prioritas amal. Sehingga kualitas keislaman kita bisa meningkat dari waktu ke waktu. Bukan malah turun dan merosot.

3. Kadang Islam Juga Bermakna Iman

Ketika kata Islam disebutkan secara sendirian, baik dalam ayat al-Qur’an maupun hadits, maka maknanya adalah amal dan keyakinan. Demikian pula sebaliknya, bila kata iman disebutkan secara sendirian, maka maknanya adalah keyakinan dan amal.

Adapun bila kata Islam dan iman bersanding atau disebutkan secara bersamaan dalam suatu kalimat, maka maknanya tidak sama. Islam lebih kepada amal yang bersifat lahiriyah. Sedangkan iman lebih kepada keyakinan yang bersifat batiniyah.

Penutup

Demikianlah beberapa catatan dan keterangan yang bisa kami sampaikan. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Meninggalkan Yang Tidak Berguna (12)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...