SHOPPING CART

close
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 4: Mudharat Harus Dihilangkan

اَلضَّرَرُ يُزَالُ

Ad-dha-ra-ru yu-zaal.

Mudharat harus dihilangkan.

Contoh:

1. Setelah pembeli pulang ke rumahnya, kemudian ketahuan barang yang dia beli itu cacat, maka dia boleh mengembalikan barang tersebut dalam waktu tiga hari.

2. Setelah menikah, istri ketahuan ternyata sudah tidak gadis. Dalam hal ini suami boleh membatalkan pernikahan.

3. Setelah terjadi akad sewa, ternyata rumah yang disewakan bukan milik yang menyewakan. Maka akad bisa dibatalkan. Apabila uang sewa sudah dibayarkan, maka bisa diminta untuk dikembalikan.

4. Dalam pernikahan tidak boleh ada pihak yang dipaksa. Apabila ada pihak yang dipaksa, maka pernikahan bisa dibatalkan.

5. Dalam akad jual-beli, sewa-menyewa, pernikahan tidak boleh ada penipuan ataupun penyembunyian aib. Bila aib tersebut ketahuan setelah akad, maka akad tersebut bisa dibatalkan.

Catatan:

1. Mudharat tidak boleh dihilangkan dengan mudharat yang semisal atau yang lebih besar.

2. Mudharat itu menyangkut agama, nyawa, harta, keturunan, akal dan kehormatan.

3. Untuk mengantisipasi semua mudharat itu, ada hukuman qishas dan hadd dalam hukum pidana Islam.

Tags:

0 thoughts on “Kaidah Fiqih 4: Mudharat Harus Dihilangkan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...